Geser Kebawah
BisnisHeadlineInfrastruktur

AirAsia Indonesia (CMPP) Rugi Rp712 Miliar di Kuartal I-2025

169
×

AirAsia Indonesia (CMPP) Rugi Rp712 Miliar di Kuartal I-2025

Sebarkan artikel ini
AirAsia Indonesia (CMPP) Rugi Rp712 Miliar di Kuartal I-2025
AirAsia Indonesia (CMPP) mencatatkan rugi bersih Rp712,47 miliar pada kuartal I-2025 meski pendapatan tumbuh, akibat beban usaha dan defisiensi modal.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Kinerja keuangan PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) pada kuartal pertama 2025 menunjukkan tekanan yang makin berat, meski pendapatan perusahaan tercatat tumbuh dua digit secara tahunan.

Sepanjang Januari hingga Maret 2025, CMPP membukukan pendapatan sebesar Rp1,989 triliun, atau naik 14,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sponsor
Iklan

Namun, lonjakan beban usaha sebesar 13,7 persen secara tahunan menjadi Rp2,429 triliun telah menyeret perseroan ke jurang kerugian.

Akibatnya, rugi usaha CMPP mencapai Rp439,52 miliar, sementara rugi sebelum pajak penghasilan membengkak menjadi Rp710,85 miliar.

Baca Juga: Cetak Rekor: Pendapatan AirAsia Indonesia (CMPP) Rp7,94 Triliun

Defisit dan Liabilitas Memburuk

Direktur Utama CMPP, Veranita Yosephine Sinaga, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa rugi bersih kuartal I-2025 mencapai Rp712,47 miliar.

Defisit akumulatif perusahaan pun bertambah dalam, turun 4,5 persen dibanding akhir 2024, dengan nilai mencapai Rp16,551 triliun per akhir Maret 2025.

Tak hanya itu, defisiensi modal CMPP tercatat makin dalam hingga 7,5 persen dibanding akhir tahun lalu, menjadi Rp10,154 triliun.

Pihak manajemen juga menyampaikan bahwa total liabilitas jangka pendek grup telah melampaui total aset lancar sebesar Rp9,842 triliun per akhir Maret 2025.

Baca Juga: Asuransi Wajib Terapkan PSAK 117, Laba Industri Melesat

Langkah Pemulihan dan Efisiensi Biaya

Dalam menghadapi tekanan ini, manajemen CMPP telah menyiapkan sejumlah strategi pemulihan bisnis demi menjaga keberlanjutan operasional.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain efisiensi biaya operasional dan negosiasi ulang dengan lessor serta vendor utama.

Perusahaan juga sedang aktif berdiskusi dengan mitra strategis untuk menunda pembayaran dan menyusun kembali jadwal kewajiban jatuh tempo.

Optimalisasi armada pesawat dengan pemilihan rute-rute berdaya muat tinggi dan profitabilitas tinggi juga tengah dijalankan.

Baca Juga: Petrosea (PTRO) Catat Laba Bersih USD920 Ribu di Kuartal I-2025

Termasuk rencana membuka kembali jalur internasional dan domestik untuk mengerek sektor pariwisata.

Diversifikasi Bisnis dan Pendanaan Eksternal

CMPP turut mengincar peluang pertumbuhan bisnis lain, seperti bisnis kargo dan penguatan pendapatan dari layanan tambahan (ancillary revenue).

Strategi berikutnya mencakup ekspansi rute baru yang diyakini dapat meningkatkan pangsa pasar dan memperkuat posisi di industri penerbangan.

Perusahaan pun secara aktif menjajaki peluang pendanaan eksternal guna memperkuat struktur modal dan meningkatkan kelincahan operasional.

Baca Juga: Transformasi Digital Dorong CASA BNI Tembus 70,5%

Ketidakpastian Kelangsungan Usaha Masih Bayangi

Meski serangkaian rencana telah disusun, manajemen mengakui bahwa terdapat ketidakpastian signifikan terkait keberlanjutan usaha.

Faktor krusial yang menjadi tantangan adalah kemampuan perseroan memenuhi seluruh kewajiban saat jatuh tempo di tengah tekanan industri yang belum stabil.

“Perkembangan industri penerbangan dan dampaknya terhadap likuiditas serta pendapatan di masa depan belum bisa dipastikan,” ujar Veranita dalam laporan keuangan CMPP per 31 Maret 2025.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru