Geser Kebawah
BisnisHeadlinePerdagangan & Industri

Antam Catat Rekor Pendapatan dan Laba Tertinggi FY24

103
×

Antam Catat Rekor Pendapatan dan Laba Tertinggi FY24

Sebarkan artikel ini
Antam Catat Rekor Pendapatan dan Laba Tertinggi FY24
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bukukan pendapatan Rp69,19 triliun dan laba Rp3,85 triliun di 2024, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Kinerja Keuangan Antam Tembus Rekor Sepanjang Sejarah

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencetak rekor pendapatan dan laba tertinggi sepanjang sejarah pada tahun buku 2024 (FY24).

Di tengah gejolak ekonomi global dan dinamika industri tambang, anggota holding BUMN MIND ID ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp69,19 triliun dan laba tahun berjalan Rp3,85 triliun, meningkat 25% dibandingkan Rp3,08 triliun pada 2023.

Sponsor
Iklan

Direktur Utama Antam, Nicolas D. Kanter, menyatakan pencapaian ini merupakan hasil dari strategi manajemen yang tangguh, adaptif terhadap pasar, serta konsistensi dalam penguatan operasional.

Baca Juga: Antam Percepat Proyek Ekosistem Baterai EV Terbesar Di Dunia

“Antam berhasil menunjukkan daya saing dan resiliensi tinggi di tengah fluktuasi harga komoditas serta perubahan regulasi. Kami tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan mencetak kinerja keuangan terbaik sepanjang sejarah perusahaan,” ujar Nico Kanter, Selasa (8/4/2025).

Kinerja Operasional dan Efisiensi Biaya Semakin Solid

Pertumbuhan EBITDA dan Laba Usaha

Seiring peningkatan laba bersih, EBITDA Antam juga tumbuh 3% menjadi Rp6,73 triliun dari Rp6,55 triliun tahun sebelumnya.

Laba kotor tercatat naik 3% menjadi Rp6,50 triliun. Sementara laba usaha mencatat lonjakan 15% ke level Rp3,00 triliun dari sebelumnya Rp2,62 triliun pada FY23.

Baca Juga: MIND ID Percepat Proyek SGAR Fase II, Target Operasi 2025

Beban Usaha Menurun Signifikan

Efisiensi menjadi salah satu kunci utama performa keuangan tahun ini. Beban usaha turun 5% menjadi Rp3,50 triliun.

Penurunan ini terutama disumbang oleh efisiensi biaya logistik dan asuransi, sebagai dampak dari perbaikan proses perizinan yang sebelumnya sempat menghambat distribusi komoditas nikel dan bauksit.

Neraca Keuangan Menguat, Peluang Ekspansi Terbuka

Total aset Antam pada akhir 2024 meningkat 4% menjadi Rp44,52 triliun. Di sisi lain, total ekuitas juga naik menjadi Rp32,20 triliun.

Baca Juga: Harga Emas Antam Stabil Setelah Sempat Melemah

Antam juga berhasil melunasi investasi senilai Rp1,68 triliun pada akhir tahun lalu, membuka ruang pendanaan baru untuk pengembangan usaha di tahun-tahun mendatang.

Emas Jadi Andalan Utama Antam Sepanjang 2024

Penjualan Emas Cetak Rekor Tertinggi

Komoditas emas mencatat kontribusi paling signifikan dengan menyumbang pendapatan Rp57,56 triliun. Angka ini melonjak 120% dibandingkan FY23 yang sebesar Rp26,12 triliun.

Volume penjualan emas juga mencetak rekor baru mencapai 43.776 kg atau 1.407.431 troy ounce, tumbuh 68% dari 26.129 kg di tahun sebelumnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Stabil

Seluruh penjualan emas tahun ini ditujukan ke pasar domestik, mencerminkan kuatnya minat investasi masyarakat Indonesia terhadap logam mulia Antam.

Distribusi Diperluas ke Kanal Digital dan Offline

Untuk memperluas jangkauan pasar, Antam memperkuat kanal distribusi emas melalui website resmi logammulia.com, serta marketplace Tokopedia, Shopee, Blibli, TikTok Shop, dan jaringan Butik Emas di 12 kota besar.

“Kami bersyukur masyarakat Indonesia terus menjadikan produk logam mulia Antam sebagai pilihan utama dalam berinvestasi emas,” kata Nico Kanter.

Kinerja Komoditas Nikel dan Bauksit Tunjukkan Daya Tahan

Segmen Nikel Tetap Berkontribusi Signifikan

Segmen nikel berkontribusi Rp9,50 triliun atau sekitar 14% dari total pendapatan. Produksi feronikel tercatat sebanyak 20.103 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan 19.452 TNi ke pasar ekspor seperti Tiongkok, India, dan Korea Selatan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Stabil

Bijih nikel yang diproduksi mencapai 9,94 juta wet metric ton (wmt), dengan penjualan 8,35 juta wmt, seluruhnya ke pasar domestik, baik ke smelter milik sendiri maupun pihak ketiga.

Produksi Bauksit dan Alumina Tumbuh Moderat

Penjualan bauksit dan alumina mencapai Rp1,80 triliun, naik 7% dari tahun sebelumnya. Volume produksi bauksit sebesar 1,33 juta wmt dengan penjualan 736 ribu wmt.

Sementara untuk alumina, melalui anak usaha PT Indonesia Chemical Alumina (ICA), produksi tercatat 147.826 ton, dengan penjualan 177.178 ton, meningkat 24% dari 2023.

Penguatan Hilirisasi dan Komitmen Keberlanjutan

Fokus pada Praktik Tambang Berkelanjutan

Antam terus memperkuat komitmen terhadap prinsip good mining practices. Pada 2024, perusahaan meraih sejumlah penghargaan PROPER dari KLHK, termasuk dua Peringkat Emas (UBP Emas dan UBP Bauksit Kalbar), satu Hijau, dan beberapa Biru untuk unit usaha lainnya.

“Pengakuan ini membuktikan bahwa Antam tak hanya mengejar profit, tetapi juga mengutamakan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” ujar Nico.

Kolaborasi Strategis dan Ekspansi Hilirisasi

Selama 2024, Antam menjalin kerja sama strategis dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk pasokan minimal 30 ton emas per tahun dengan kadar kemurnian 99,99%.

Antam juga membeli lahan di kawasan industri JIIPE Gresik guna pembangunan fasilitas pemurnian emas, sebagai bagian dari penguatan ekosistem hilirisasi nasional.

Untuk sektor nikel, Antam tetap aktif dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery), meskipun rincian proyek masih dalam tahap pengembangan.

Dengan fundamental kuat, strategi hilirisasi dan ekspansi domestik, kami yakin Antam siap melanjutkan tren positif pada 2025 dan berkontribusi nyata untuk pertumbuhan industri tambang nasional,” tutup Nico Kanter.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru