Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

ANTM Diversifikasi Bisnis ke Perhiasan dan Produk Teknik

106
×

ANTM Diversifikasi Bisnis ke Perhiasan dan Produk Teknik

Sebarkan artikel ini
ANTM Diversifikasi Bisnis ke Perhiasan dan Produk Teknik
ANTM perluas bisnis logam mulia ke perhiasan, custom product, dan barang teknik. Potensi penjualan tembus Rp 1 triliun pada 2029.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tengah menyusun langkah strategis untuk memperkuat eksistensinya di pasar logam mulia, dengan mempersiapkan ekspansi usaha ke segmen produksi dan penjualan perhiasan, produk custom, hingga barang teknik berbahan dasar logam mulia.

Rencana ini tercantum dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diterbitkan pada Rabu (6/5).

Sponsor
Iklan

Manajemen ANTM menyatakan bahwa prospek komoditas emas semakin luas, dan strategi optimalisasi penjualan kini difokuskan pada diversifikasi produk serta penetrasi pasar baru.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Naik, Simak Daftar Terbarunya!

Langkah diversifikasi tersebut bukan hanya bagian dari inovasi produk, tetapi juga terintegrasi dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) periode 2025 – 2029.

Salah satu tema strategis ANTM adalah memperkuat peran penjualan emas melalui perluasan saluran distribusi serta kolaborasi dan akuisisi yang diarahkan pada pembukaan lini pasar baru.

Perluasan KBLI untuk Akomodasi Ekspansi Usaha

Untuk mengakomodasi ekspansi tersebut, ANTM berencana menambah klasifikasi kegiatan usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Fokus utama mencakup produksi dan penjualan perhiasan, produk custom, dan laboratorium ware yang seluruhnya berbahan logam mulia.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Daftar Terbarunya

KBLI utama yang diusulkan adalah 3211, yang mencakup industri perhiasan dan produk turunannya. Ini meliputi KBLI 32112 (perhiasan pribadi dari logam mulia), KBLI 32113 (perhiasan non-pribadi), KBLI 32114 (produk logam mulia untuk teknik dan laboratorium), serta KBLI 32119 (produk logam mulia lainnya).

Dengan dukungan KBLI ini, ANTM tidak hanya akan memperluas lini bisnis secara administratif dan legal, tetapi juga memperkuat eksekusi strateginya dalam menyasar pasar yang lebih beragam dan bernilai tambah tinggi.

Targetkan Lonjakan Penjualan hingga Rp 1 Triliun

Langkah ini bukan tanpa proyeksi finansial yang jelas. Berdasarkan perhitungan internal perusahaan, penambahan kegiatan usaha berpotensi menyumbang tambahan penjualan senilai Rp 571 miliar dan laba bersih Rp 41,96 miliar pada tahun 2025.

Baca Juga: Jordi Cruyff Cari Direktur Teknik Baru untuk Timnas Indonesia

Proyeksi tersebut tidak berhenti di situ. Pada akhir periode RJPP di tahun 2029, perusahaan menargetkan potensi penjualan hingga Rp 1 triliun, dengan estimasi laba bersih mencapai Rp 78,28 miliar.

Manajemen menilai bahwa potensi pertumbuhan dari produk berbasis logam mulia ini sangat besar, terutama jika dikaitkan dengan tren permintaan perhiasan berkualitas, produk teknik presisi, dan kebutuhan laboratorium yang terus meningkat.

Efisiensi Tenaga Kerja Jadi Kunci Eksekusi

ANTM juga mengedepankan efisiensi dalam pelaksanaan rencana ini. Seluruh tenaga ahli yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan baru tersebut berasal dari sumber daya internal perusahaan.

Baca Juga: 8 Saham Emas Terbaik di BEI: Prospek & Dividen Menjanjikan

Dengan demikian, tidak akan ada tambahan biaya rekrutmen maupun pelatihan tenaga kerja baru.

Menurut Direktur Operasi dan Produksi ANTM, Hartono, kehadiran tenaga profesional yang telah berpengalaman memberikan keunggulan dalam percepatan eksekusi program kerja ini.

Selain itu, efisiensi ini memperlihatkan bahwa penambahan kegiatan usaha tidak akan membebani struktur biaya perusahaan secara signifikan.

Persetujuan RUPST Jadi Tahapan Final

Sebagai bagian dari tata kelola korporasi, manajemen ANTM akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Juni 2025.

Baca Juga: ADHI Siapkan Capex Rp 1,6 Triliun untuk Ekspansi 2025

Agenda ini menjadi penentu pelaksanaan penuh dari perluasan kegiatan usaha yang telah dirancang secara menyeluruh dan strategis.

Langkah ekspansi ini menunjukkan arah baru ANTM sebagai entitas yang adaptif dan progresif dalam mengelola kekayaan logam mulia Indonesia dengan nilai tambah maksimal.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru