JAKARTA, BursaNusantara.com – Raksasa teknologi Amerika Serikat, Apple Inc., mencatatkan langkah besar dengan menanamkan investasi sebesar Rp256 triliun di Vietnam. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan investasi sebesar Rp16 triliun yang ditawarkan Apple untuk Indonesia.
Hal ini menimbulkan perhatian khusus mengingat pendapatan Apple di Indonesia masih lebih besar dibandingkan negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina.
CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan komitmen ini dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, pada 16 April 2024. Investasi sebesar 15,84 miliar dolar Amerika (setara Rp256,22 triliun) tersebut telah menciptakan sekitar 200.000 lapangan kerja di Vietnam.
Dalam upaya mendukung investasi ini, pemerintah Vietnam berencana membentuk kelompok kerja khusus dan mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk memperkuat ekosistem investasi Apple.
Selama ini, Vietnam telah menjadi pusat produksi penting bagi Apple. Beberapa produk yang diproduksi di negara tersebut meliputi iPad, iPod, dan Apple Watch, dengan pemasok utama seperti Foxconn, Luxshare, Intel, Samsung Electronics, dan Compal. Bahkan, produksi MacBook juga mulai diarahkan ke Vietnam, menegaskan posisi negara tersebut dalam rantai pasok global Apple.
Kinerja Penjualan Apple di Asia Tenggara: Walaupun Apple menanamkan investasi besar di Vietnam, kinerja penjualannya di kawasan Asia Tenggara menunjukkan dinamika yang menarik. Di Vietnam, Thailand, dan Filipina, pendapatan Apple masih relatif kecil jika dibandingkan dengan Indonesia. Indonesia tetap menjadi pasar penting dengan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan secara global.
Mengapa Indonesia Mendapatkan Investasi Lebih Kecil? Faktor utama yang membedakan adalah kemudahan investasi dan dukungan infrastruktur. Vietnam, dengan kebijakan yang proaktif dan dukungan pemerintahnya, mampu menarik investasi besar. Sementara itu, meski Indonesia menawarkan potensi pasar yang besar, tantangan regulasi dan infrastruktur tampaknya menjadi kendala utama.
Dengan langkah ini, Vietnam semakin mengokohkan posisinya sebagai pusat manufaktur regional bagi Apple. Namun, Indonesia tetap memiliki peluang besar untuk menarik lebih banyak investasi dengan memperbaiki iklim investasi dan infrastruktur yang mendukung.











