Geser Kebawah
AsuransiKeuangan

AXA Dorong Subsidi Premi Asuransi Pertanian Parametrik

92
×

AXA Dorong Subsidi Premi Asuransi Pertanian Parametrik

Sebarkan artikel ini
AXA Dorong Subsidi Premi Asuransi Pertanian Parametrik
AXA Insurance Indonesia nilai subsidi premi penting untuk dorong adopsi asuransi pertanian parametrik di Indonesia.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT AXA Insurance Indonesia menilai perlunya dukungan pemerintah berupa subsidi premi agar produk asuransi pertanian, terutama jenis parametrik, dapat berkembang dan terjangkau oleh petani.

Asuransi Parametrik Belum Terjangkau Petani

Head of Retail Claim, Product Proposition, and Green Business PT AXA Insurance Indonesia, Rudy Laoh, menyampaikan bahwa tarif asuransi parametrik relatif tinggi untuk kalangan petani. Oleh karena itu, diperlukan campur tangan dari pemangku kepentingan, seperti pemerintah dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), guna menciptakan solusi yang konkret.

Sponsor
Iklan

“Kami memerlukan dukungan pemangku jabatan karena petani sangat membutuhkan subsidi premi. Tanpa subsidi, sulit bagi mereka membeli polis,” ujarnya, Jumat (4/4).

Baca Juga: AXA Mandiri Siap Spin Off Unit Usaha Syariah Sesuai Regulasi OJK

Rudy menegaskan, keberadaan subsidi premi bukan hanya membantu petani, namun juga menciptakan keberlanjutan (sustainability) bagi proyek-proyek asuransi pertanian yang sedang digarap.

Subsidi Dorong Kesadaran Asuransi

Berdasarkan pengalaman AXA, petani cenderung mulai menggunakan asuransi hanya saat ada insentif berupa subsidi. Artinya, tanpa insentif finansial, penetrasi produk ini akan terus rendah.

Baca Juga: Tantangan Berat Industri Asuransi Umum di 2025, Potensi Pertumbuhan Terhambat

Selain itu, Rudy mengatakan AXA Insurance Indonesia terbuka bekerja sama dengan AAUI dan pemerintah dalam menyusun mekanisme serta skema produk agar bisa lebih mudah diserap petani.

“Kami siap dengan produknya. Sekarang tinggal menunggu mekanisme implementasinya,” kata Rudy.

AXA Siapkan Produk Sejak 2018

AXA Insurance Indonesia sejatinya telah terlibat dalam sektor asuransi pertanian sejak tahun 2018. Khusus untuk produk parametrik, perusahaan telah menjalankan pilot project di Karawang dan Sulawesi Selatan.

Hasilnya, hingga akhir 2024, pendapatan premi dari asuransi parametrik telah menyentuh angka Rp 1 miliar. Ini menjadi sinyal positif bahwa minat terhadap perlindungan berbasis data dan parameter iklim mulai tumbuh, meski skalanya masih terbatas.

Baca Juga: UNVR: Dividen Spesial dan Target Rp1.700, Tantangan 2025

AAUI Luncurkan Peta Jalan Asuransi Pertanian

AAUI, sebagai asosiasi yang menaungi industri asuransi umum, juga melihat peluang besar dalam pengembangan asuransi pertanian. Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menyebut bahwa potensi industri ini sangat besar, didorong oleh kondisi agraria Indonesia dan belum tercapainya swasembada pangan.

Pada akhir Maret lalu, AAUI resmi meluncurkan Roadmap Asuransi Pertanian 2025–2030. Tujuannya adalah membangun ekosistem asuransi pertanian yang kokoh dan inovatif.

“Ketahanan pangan nasional tidak bisa tercapai tanpa mitigasi risiko. Asuransi adalah salah satu bentuk proteksi yang harus ada,” ujar Budi dalam acara di Jakarta Pusat.

Baca Juga: OJK Dorong Asuransi untuk Petani, Nelayan, dan Energi Hijau

Implementasi Dimulai Semester II 2025

Menurut Budi, implementasi penuh dari skema asuransi pertanian berbasis parametrik ditargetkan mulai berjalan pada Semester II tahun 2025. Penerapan skema ini dianggap paling cocok mengingat luasnya lahan pertanian dan kondisi geografis Indonesia yang kompleks.

Dengan sinergi antara sektor swasta, asosiasi industri, dan pemerintah, sektor asuransi pertanian diharapkan bisa tumbuh menjadi solusi konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan keberlanjutan pertanian Indonesia ke depan.