BANDUNG, BursaNusantara.com – Badan Bank Tanah menunjukkan performa gemilang sepanjang tahun 2024 dengan perolehan lahan sebesar 14.637,2 hektare. Angka ini meningkat signifikan, yaitu sebesar 194% dibandingkan tahun 2023.
Kepala Bank Tanah, Parman Nataatmadja, mengungkapkan pencapaian ini dalam acara media briefing bertajuk “Kinerja 2024 dan Outlook 2025” di Bandung pada Sabtu (18/1/2025).
“Badan Bank Tanah mencatatkan pertumbuhan positif pada perolehan tanah 2024 sebesar 14.637,2 hektare atau naik 194% secara year-on-year,” jelas Parman. Total keseluruhan aset persediaan tanah yang kini dikelola Bank Tanah mencapai 33.115,6 hektare, tersebar di 45 aset berbeda.
Pemanfaatan Lahan untuk Kepentingan Strategis
Dari total aset tersebut, sebanyak 3.793,9 hektare telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan strategis, termasuk kepentingan umum dan komersial. Beberapa proyek yang didukung oleh pemanfaatan ini meliputi:
- Pembangunan bandara di Ibu Kota Nusantara (IKN).
- Perkebunan dan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
- Proyek pariwisata dan pelabuhan.
- Pusat logistik hingga proyek ekonomi berbasis UMKM.
Parman menegaskan bahwa pengelolaan lahan yang efektif ini tidak hanya bertujuan mendukung pembangunan nasional tetapi juga memastikan pemerataan ekonomi melalui reforma agraria.
Dukung Asta Cita Pemerintah
Sebagai bagian dari mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Bank Tanah terus berfokus pada penyediaan dan pengendalian lahan.
“Tentunya kita sangat mendukung Asta Cita, terutama pada poin-poin seperti swasembada pangan, swasembada energi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Parman.
Program reforma agraria yang dijalankan di atas Hak Pengelolaan Atas Tanah (HPL) menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Target Ambisius di Tahun 2025
Memasuki tahun 2025, Bank Tanah telah menetapkan target yang jauh lebih besar, yaitu perolehan lahan kelolaan seluas 140 ribu hektare. Sumber lahan ini diproyeksikan berasal dari berbagai pihak, termasuk:
- Tanah penetapan pemerintah seperti tanah bekas hak, kawasan terlantar, dan hasil reklamasi.
- Pelepasan kawasan hutan dan bekas tambang.
- Kontribusi pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan BUMD.
Langkah ambisius ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran Bank Tanah dalam mendukung pembangunan dan pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.
Kesimpulan
Dengan pencapaian luar biasa di tahun 2024 dan target ambisius untuk tahun 2025, Bank Tanah membuktikan perannya sebagai pilar penting dalam pembangunan nasional.
Pemanfaatan lahan yang optimal tidak hanya memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga mendorong terciptanya pemerataan kesejahteraan di berbagai sektor. Optimisme menyambut tahun 2025 semakin menguat seiring komitmen Bank Tanah dalam mendukung visi besar pemerintah.











