Geser Kebawah
Gaya HidupSeni & Hiburan

Bernadya Tutup Era Album Perdana dengan Konser Emosional di TIM

74
×

Bernadya Tutup Era Album Perdana dengan Konser Emosional di TIM

Sebarkan artikel ini
Bernadya Tampil Emosional di Konser Solo Perdananya
Konser solo perdana Bernadya bertajuk Babak Penutup jadi momen puncak perjalanan album debutnya. Kolaborasi unik PUBG Mobile jadi kejutan di panggung.

Konser Perpisahan Bernadya Jadi Cermin Kemenangan Musisi Digital

JAKARTA, BursaNusantara.com – Konser solo perdana Bernadya bertajuk Babak Penutup: Untungnya, Untungnya resmi digelar pada 20 Juni 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Dengan tata panggung minimalis dan pencahayaan sinematik, konser ini menyuguhkan keintiman yang jarang dijumpai dalam panggung pop arus utama.

Sponsor
Iklan

Bernadya menyanyikan seluruh lagu dari mini album hingga album penuh Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, menjadikan konser ini sebagai titik kulminasi dari narasi musik yang ia bangun sejak awal.

Para penggemar yang memenuhi ruang pertunjukan larut dalam nostalgia, terutama saat lagu-lagu andalan seperti Apa Mungkin, Kata Mereka Ini Berlebihan, dan Satu Bulan dinyanyikan.

Namun di balik sorotan lampu dan sorak sorai penonton, konser ini menyimpan narasi penting: kemenangan musisi digital yang berdiri tanpa dukungan label besar.

Kolaborasi Lintas Dunia: PUBG Mobile Masuk Panggung Musik

Salah satu momen paling mengejutkan datang saat maskot ikonik PUBG Mobile tampil di atas panggung.

Dengan gaya humoris dan gestur interaktif, karakter dari game battle royale ini bergoyang mengikuti ritme lagu, menciptakan pemandangan yang kontras namun memikat.

Penampilan maskot ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Bernadya dan PUBG Mobile Indonesia, dalam rangka menjangkau audiens Gen-Z urban.

PUBG Mobile sebelumnya telah menggelar giveaway eksklusif untuk konser ini, di mana sejumlah pemain terpilih mendapatkan tiket VIP.

Momen ini bukan sekadar hiburan visual, tapi juga pertemuan dua subkultur besar yang selama ini berjalan sejajar: musik galau dan e-sport.

Keduanya ternyata memiliki irisan emosional yang kuat di kalangan anak muda kota besar.

“Satu Bulan” Jadi Ikon Baru Musik Indonesia Digital

Salah satu puncak kejayaan Bernadya adalah lagu Satu Bulan yang kini tercatat diputar lebih dari 300 juta kali di Spotify.

Lagu ini menjadi anthem generasi muda yang terluka, dengan chorus yang viral di TikTok dan platform video pendek lainnya.

Lewat lagu ini pula, Bernadya mencatat sejarah sebagai musisi Indonesia pertama yang masuk nominasi Best Song of Asia 2025 di ajang Music Awards Japan secara independen.

Pencapaian ini mengukuhkan kekuatan distribusi digital dan komunitas loyal yang tumbuh secara organik, tanpa intervensi label besar atau kampanye promosi mahal.

Meski akhirnya kalah dari aespa, Bernadya berhasil membawa nama Indonesia ke panggung Asia dengan cara yang benar-benar baru.

Narasi Kamar Tidur yang Menembus Panggung Besar

Konser ini bukan sekadar akhir dari era album, melainkan titik balik emosional antara musisi dan pendengarnya.

Bernadya menutup konser dengan pesan personal yang menyentuh hati ribuan penonton.

“Aku nggak nyangka lagu-lagu yang kutulis di kamar bisa sampai ke titik ini. Terima kasih sudah membuatku merasa cukup.”

Tangis penonton pecah saat bait terakhir Kata Mereka Ini Berlebihan dinyanyikan bersama.

Banyak yang datang bukan hanya sebagai penggemar, tapi sebagai saksi pertumbuhan seorang penyanyi yang mereka anggap mewakili keresahan personal mereka.

Konser ini terasa seperti ruang pengakuan kolektif, di mana duka, cinta, dan harapan dibiarkan tumbuh bebas di antara denting piano dan lampu panggung.

Bernadya dan Paradigma Baru Industri Musik

Bernadya bukan hanya penyanyi dengan suara khas dan lirik puitis.

Ia telah menjadi simbol pergeseran industri musik ke arah yang lebih terbuka dan berbasis komunitas.

Keputusannya untuk tetap independen, berjejaring lewat platform digital, dan berkolaborasi lintas sektor seperti game membuktikan bahwa musisi tak lagi harus tunduk pada pola lama industri.

Kolaborasi dengan PUBG Mobile adalah bukti bahwa masa depan hiburan ada pada irisan antardunia: musik, game, dan komunitas digital.

Model ini memberi peluang baru bagi musisi Indonesia untuk menembus pasar global dengan pendekatan kreatif.

Dan Bernadya telah membuka jalur itu, tidak hanya dengan musiknya, tapi juga dengan cara ia membangun makna dari setiap panggung yang ia tapaki.

Konser Babak Penutup bukan hanya perayaan, tapi juga deklarasi bahwa musik bisa tetap hidup dan tumbuh bahkan dari kamar kecil yang sunyi.