Bursa Efek Indonesia Dorong IPO dan Investor Baru di 2025
Jakarta, BursaNusantara.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target besar untuk 2025, yakni mencatatkan 66 perusahaan baru melalui IPO (Initial Public Offering) serta menambah 2 juta investor baru. Langkah ini sejalan dengan visi meningkatkan inklusi keuangan dan memperkuat posisi pasar modal Indonesia sebagai salah satu yang paling dinamis di Asia Tenggara.
Direktur BEI Iman Rachman menjelaskan bahwa peningkatan jumlah emiten dan investor tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap pasar modal, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional. “Kami optimis target ini tercapai dengan dukungan semua pemangku kepentingan,” ujar Iman dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/12/2024).
22 Perusahaan Siap IPO, Mayoritas Berskala Besar
Hingga 20 Desember 2024, BEI mencatat ada 22 perusahaan dalam pipeline IPO. Sebagian besar merupakan perusahaan berskala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar. Beberapa sektor yang mendominasi termasuk konsumer non-primer, energi, dan kesehatan.
Rincian Aset Perusahaan:
- 1 perusahaan: aset di bawah Rp 50 miliar.
- 2 perusahaan: aset Rp 50 miliar – Rp 250 miliar.
- 19 perusahaan: aset di atas Rp 250 miliar.
Sektor yang Mendominasi IPO
Berikut sektor dan jumlah perusahaan yang tengah mengantre IPO:
- Material dasar: 3 perusahaan
- Konsumer primer: 1 perusahaan
- Konsumer non-primer: 5 perusahaan
- Energi: 3 perusahaan
- Finansial: 2 perusahaan
- Kesehatan: 3 perusahaan
- Industri: 3 perusahaan
- Properti dan real estate: 2 perusahaan
Pipeline ini menunjukkan diversifikasi sektor yang kuat, mencerminkan potensi pertumbuhan pasar modal di berbagai industri.
Target Ambisius 2025
BEI optimis bahwa target 66 perusahaan IPO dapat dicapai, berkat meningkatnya minat perusahaan untuk menghimpun dana di pasar modal. Selain itu, BEI juga fokus pada edukasi dan inklusi keuangan untuk menarik lebih banyak investor retail.
Dukungan dari sektor teknologi dan digitalisasi turut mempermudah akses masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Dengan strategi ini, BEI berharap dapat mendorong stabilitas ekonomi serta pertumbuhan investasi nasional.
Kesimpulan
Dengan pipeline IPO yang menjanjikan, 2025 menjadi tahun yang strategis bagi pasar modal Indonesia. Dukungan terhadap perusahaan yang akan go public dan upaya menarik investor baru menjadi langkah kunci dalam memperkuat posisi BEI di kancah internasional.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







