Ledakan Pengguna QRIS Tap di 2025
Jakarta, BursaNusantara.com – Dalam laporan terbaru 30 Juni 2025 dari Bank Indonesia, tercatat pengguna QRIS Tap (pembayaran nirkontak berbasis NFC) menembus 47,8 juta, naik drastis 110% dari tahun lalu.
Teknologi ini kini jadi wajah baru transaksi digital di Indonesia cukup “tap” ponsel, bayar langsung.
Mengapa QRIS Tap Meledak Sekarang?
- Smartphone dengan NFC makin terjangkau
- Perbankan & fintech agresif subsidi merchant dan pengguna
- Kemudahan transaksi dalam 2 detik tanpa buka aplikasi
Adopsi ini tak hanya tren, tapi pergeseran infrastruktur keuangan ritel nasional.
Dampak Ekonomi & Peluang Investasi
1. UMKM Naik Kelas
Akses ke pendanaan makin luas karena data transaksi tercatat dan dapat diaudit. Ini membuat UMKM lebih bankable.
2. Fintech & Startup Payment Raup Keuntungan
Emiten teknologi pembayaran seperti DCII, FREN, dan MTEL jadi incaran investor karena diprediksi naik permintaan perangkat & konektivitas.
3. Cashless Society Lebih Nyata
Jumlah transaksi tunai menurun 28% dalam 6 bulan terakhir. Pola konsumsi konsumen berubah, dan sektor retail digital makin berjaya.
Ancaman dan Risiko
- Ketimpangan adopsi di wilayah rural
- Kekhawatiran privasi & perlindungan data pengguna
- Ketergantungan ke sinyal dan hardware mahal
Pemerintah perlu mempercepat literasi dan ekosistem pelindung sebelum teknologi ini jadi standar nasional.
Strategi Investor: Siapa yang Diuntungkan?
| Sektor | Potensi | Contoh Emiten |
|---|---|---|
| Fintech Infrastruktur | Tinggi | DCII, MTEL |
| Retail & UMKM | Menengah | AMRT, MIDI |
| Perbankan Digital | Tinggi | ARTO, BBYB |
| Cybersecurity | Naik daun | EDGE, MCAS |
Tap Ini Bukan Gimmick
QRIS Tap adalah lompatan sistemik bukan sekadar fitur keren. Dengan proyeksi transaksi mencapai Rp500 triliun pada akhir 2025, teknologi ini bukan lagi opsional melainkan poros baru ekonomi digital nasional.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












