Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Dampak Kebijakan Trump, Harga Emas Naik dan Memicu Perhatian Global

93
×

Dampak Kebijakan Trump, Harga Emas Naik dan Memicu Perhatian Global

Sebarkan artikel ini
dampak kebijakan trump harga emas naik dan memicu perhatian global kompres
Harga emas naik 0,3% ke US$ 2.709,09 per ons di tengah pelemahan dolar AS. Kebijakan Trump periode kedua sorotan utama pasar.

Harga Emas Naik, Kebijakan Trump Jadi Sorotan Utama Pasar

NEW YORK, BursaNusantara.com – Harga emas dunia menunjukkan peningkatan signifikan pada Senin, 20 Januari 2025, mencatat kenaikan sebesar 0,3% ke level US$ 2.709,09 per ons.

Sponsor
Iklan

Peningkatan ini terjadi di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), memberikan angin segar bagi aset safe haven seperti emas. Namun, volume perdagangan emas relatif tipis akibat libur Hari Martin Luther King Jr. di AS.

Di sisi lain, harga emas berjangka AS justru turun 0,7% menjadi US$ 2.730,20 per ons. Penurunan tersebut mengurangi selisih antara harga emas spot dan berjangka, yang dalam beberapa pekan terakhir telah menunjukkan tren peningkatan.

Hal ini dipengaruhi oleh spekulasi pedagang mengenai kebijakan perdagangan AS yang baru di bawah Presiden Donald Trump.


Kebijakan Trump Picu Volatilitas Pasar

Periode kedua kepemimpinan Donald Trump membawa dampak signifikan bagi pasar global. Pada hari pertamanya menjabat, Presiden Trump diharapkan mengeluarkan memo perdagangan luas yang akan mengatur kebijakan ekspor-impor AS.

Kendati demikian, memo tersebut tidak mencakup penerapan tarif baru, menurut pejabat pemerintahannya.

Giovanni Staunovo, seorang analis dari UBS, mengungkapkan bahwa kebijakan Trump diperkirakan akan meningkatkan volatilitas pasar.

“Beberapa kebijakan ini mungkin mempertahankan inflasi tinggi lebih lama. Hal ini seharusnya terus mendukung aset safe haven seperti emas,” ujarnya.

Indeks dolar AS juga mencatat penurunan sebesar 0,9%. Pelemahan dolar membuat emas lebih murah bagi pembeli di luar negeri, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut.

Para pedagang kini tengah mencermati kemungkinan pengenalan tarif impor secara bertahap yang disebut-sebut dapat memicu perubahan dalam dinamika pasar global.


The Fed dan Dampaknya Terhadap Harga Emas

Pernyataan dovish dari Gubernur The Federal Reserve, Christopher Waller, menjadi faktor lain yang memengaruhi harga emas.

Waller mengindikasikan potensi dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun ini, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang hanya satu kali pemangkasan. Hal ini mendorong ekspektasi inflasi yang lebih rendah dan memicu minat pada aset safe haven.

Data inflasi inti AS yang lebih rendah juga menjadi sorotan. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 12 Desember 2024 pada pekan lalu. Dengan inflasi yang terkendali, investor cenderung beralih ke emas sebagai instrumen lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi global.


Performa Pasar Logam Lainnya

Tidak hanya emas, pasar logam lainnya juga mengalami pergerakan yang signifikan:

  1. Harga perak spot naik 0,7% menjadi US$ 30,52 per ons.
  2. Paladium mengalami penurunan sebesar 0,8% ke level US$ 940,29 per ons.
  3. Platinum melemah tipis 0,2% ke US$ 940,7 per ons.

Kinerja pasar logam ini mencerminkan dinamika yang beragam di tengah perubahan kebijakan global. Meskipun emas menjadi pusat perhatian, perak menunjukkan tren positif, sedangkan logam industri seperti paladium dan platinum menghadapi tekanan harga.


Kebijakan Trump dan Masa Depan Emas

Kebijakan Donald Trump pada periode kedua pemerintahannya menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar.

Dengan pelemahan dolar AS dan ekspektasi perubahan kebijakan The Fed, harga emas diperkirakan akan terus menguat dalam jangka pendek hingga menengah.

Para investor kini dihadapkan pada tantangan untuk menavigasi ketidakpastian pasar. Emas, sebagai aset safe haven, tetap menjadi pilihan utama di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

Namun, perkembangan lebih lanjut dari kebijakan Trump dan respons pasar terhadap kebijakan tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan arah harga emas di masa depan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.