JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) kini tergolong murah di pasar, membuka peluang bagi investor untuk meraih dividen besar. Berdasarkan analisis terbaru, ITMG diperkirakan akan membagikan dividen final yang menarik pada tahun 2025.
Saat ini, saham ITMG diperdagangkan dengan price-to-earnings (PE) ratio sebesar 5,2 kali. Return on equity (ROE) ITMG juga terbilang kuat, menjadikannya saham yang patut diperhitungkan oleh para investor.
Target Produksi dan Penjualan ITMG
Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan bahwa Indo Tambangraya Megah (ITMG) akan mencapai target produksi batu bara tahun 2024 sebesar 20,2 juta ton. Volume penjualan diperkirakan mencapai 24-24,5 juta ton, lebih tinggi 6% dari perkiraan awal.
“Volume penjualan batu bara ditaksir mencapai 24-24,5 juta ton atau 6% lebih tinggi dari perkiraan kami, yang didukung oleh kontribusi batu bara pihak ketiga,” ujar analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan dan Wilbert Arifin.
Harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara ITMG pada kuartal IV-2024 diperkirakan mencapai US$ 92/ton. Secara keseluruhan, ASP ITMG tahun 2024 diprediksi sebesar US$ 95/ton. Dengan estimasi ini, pendapatan ITMG kemungkinan akan sejalan atau bahkan sedikit lebih tinggi dari US$ 2,16 miliar.
Strategi dan Investasi ITMG di 2025
Tahun 2025, ITMG menargetkan produksi batu bara sekitar 22 juta ton dan volume penjualan 27 juta ton. Perusahaan juga akan meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex) yang difokuskan untuk pemeliharaan, peningkatan peralatan, serta pengembangan infrastruktur tambang baru.
Selain itu, ITMG akan terus mengoptimalkan biaya melalui negosiasi kontraktor, mekanisme pass-through biaya bahan bakar, dan strategi pencampuran batu bara.
Dividen ITMG 2025 Berpotensi Menggiurkan
Salah satu faktor utama yang menarik perhatian investor adalah dividen ITMG 2025. Meski permintaan batu bara dari China diperkirakan melemah, permintaan dari India, Pakistan, Bangladesh, dan Vietnam masih memberikan dukungan bagi pasar batu bara global.
“Pertumbuhan pasokan global yang melampaui permintaan berpotensi menekan harga. Harga batu bara Newcastle diperkirakan turun sekitar US$ 10-15/ton pada 2025,” ungkap Rizkia.
Sebelumnya, Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold untuk saham ITMG dengan target harga Rp 25.500. Namun, dalam riset terbaru, mereka memperkirakan dividen final ITMG 2025 akan berada di kisaran Rp 2.150-2.300 per saham. Sebagai perbandingan, dividen interim ITMG sebelumnya sebesar Rp 1.228 per saham.
Proyeksi dividen tersebut mencerminkan yield sebesar 8,3-8,8% pada harga saham ITMG sebesar Rp 25.450. Dengan catatan, laba bersih ITMG tetap stabil tanpa kejutan negatif.
Apakah ITMG Layak Dibeli?
Dengan valuasi yang masih tergolong murah, potensi dividen ITMG 2025 yang besar, serta strategi ekspansi yang jelas, saham ITMG masih menarik bagi investor yang mencari peluang di sektor batu bara.
Keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan tren harga batu bara global dan perkembangan operasional perusahaan di tahun mendatang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







