JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan segera meresmikan dua lapangan minyak baru di wilayah Natuna sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi migas nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana tersebut usai mengikuti rapat pimpinan internal di kementerian pada Kamis (8/5).
Ia menyebut peresmian ini menjadi bagian penting dari agenda besar peningkatan lifting migas dan hilirisasi energi.
“Kita mau ada peresmian dua lapangan di Natuna, ini bagian dari peningkatan lifting,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM.
Baca Juga: Penyebab Selama Ini Minyak RI 54% Diimpor dari Singapura
Namun, Bahlil belum memberikan rincian terkait nama blok atau lapangan yang akan diresmikan, termasuk siapa operator lapangan tersebut serta proyeksi produksinya. Ia hanya menegaskan peresmian akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Kita mau ke sana, dalam waktu yang tidak lama,” lanjutnya, tanpa menyebut siapa kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang akan mengelola lapangan itu.
Langkah ini selaras dengan target nasional yang telah ditetapkan oleh SKK Migas. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto sebelumnya menargetkan lifting migas sebesar 1.610 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2025, terdiri atas 605 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan 1.005 ribu BOEPD gas bumi.
Baca Juga: PGN Optimis Dongkrak Penjualan Gas 8% di 2025
Sepanjang 2024, rata-rata produksi minyak nasional tercatat sebesar 580.224 BOPD, masih di bawah target APBN 2024 sebesar 653 ribu BOPD.
Untuk mencapai target 2025, Djoko menyebut sejumlah strategi utama seperti pengeboran masif, optimalisasi sumur idle, serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) akan terus didorong.
Peresmian lapangan Natuna ini diharapkan menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan produksi yang belum sepenuhnya optimal.











