JAKARTA, BursaNusantara.com – Kementerian Perdagangan mencatat kinerja ekspor nonmigas Indonesia pada kuartal I 2025 mencapai US$ 62,98 miliar. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 7,84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).
Ekspor Tumbuh, Tiga Komoditas Dominasi Pangsa Pasar
Tiga komoditas utama masih mendominasi ekspor nonmigas. Produk lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) mencatat nilai ekspor tertinggi dengan US$ 8,11 miliar atau menyumbang 12,88% dari total.
Kemudian diikuti batubara (HS 27) senilai US$ 8,07 miliar dengan kontribusi 12,81%, serta besi dan baja (HS 72) yang menyumbang US$ 6,49 miliar atau sekitar 10,31%.
Baca Juga: Kemendag Efisiensi Anggaran 38,8%, Fokus UMKM dan Ekspor
Negara Tujuan Ekspor Masih Didominasi Tiga Mitra Utama
Tiongkok menjadi pasar ekspor terbesar Indonesia dengan nilai US$ 14,04 miliar atau 22,29% dari total ekspor nonmigas.
Amerika Serikat menempati urutan kedua dengan kontribusi US$ 7,3 miliar (11,60%), diikuti India sebesar US$ 4,28 miliar (6,80%).
Business Matching Jadi Strategi Andalan Perluas Ekspor UMKM
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa pencapaian ini akan diperkuat melalui strategi business matching untuk memperluas pasar UMKM.
Baca Juga: BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Dorong UMKM Indonesia Menembus Pasar Global
“Melalui pencapaian ini, Kemendag menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat strategi perluasan pasar ekspor dan mempercepat realisasi hasil business matching untuk membuka lebih banyak peluang bagi UMKM Indonesia di pasar global,“ jelas Puntodewi dalam keterangan resmi, Jumat (9/5).
Nilai Transaksi Business Matching April Tembus Rp 722,76 Miliar
Sepanjang April 2025, program business matching yang difasilitasi Kemendag berhasil mencatat transaksi senilai Rp 722,76 miliar atau sekitar US$ 43,74 juta.
Kegiatan tersebut terdiri dari 27 event, termasuk 20 sesi presentasi bisnis (pitching) dan 7 pertemuan langsung dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Baca Juga: Mandiri Investment Forum 2025 (MIF): Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi
UMKM Lokal Unjuk Gigi di Pasar Ekspor
Sebanyak 73 UMKM turut serta dalam kegiatan ini dengan memamerkan berbagai produk unggulan. Komoditas yang ditawarkan antara lain fashion, kerajinan tangan, produk dekorasi rumah, kelapa parut kering, gula aren, hasil olahan laut, buah segar, pakan ternak, serta makanan dan minuman olahan.
“Tujuan business matching ini ialah membuka akses pasar internasional bagi pelaku UMKM dan memastikan pendampingan dalam merealisasikan setiap peluang transaksi,” tegas Puntodewi.
Pencapaian ini memperlihatkan bahwa ekspansi UMKM ke pasar global bukan lagi wacana, melainkan keniscayaan yang tengah dibangun secara konkret oleh pemerintah.
Baca Juga: Kredit UMKM Melambat: Pertumbuhan Terburuk dalam 3 Tahun











