Geser Kebawah
KomoditasPasar

Harga CPO Naik: Optimisme Pasar di Tengah Penurunan Produksi

122
×

Harga CPO Naik: Optimisme Pasar di Tengah Penurunan Produksi

Sebarkan artikel ini
harga cpo naik optimisme pasar di tengah penurunan produksi kompres
Harga CPO di Bursa Malaysia naik dipicu ekspektasi penurunan produksi. Optimisme pasar tetap tinggi meski tantangan produksi menghantui.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Senin (27/1/2025).

Lonjakan harga ini dipicu oleh ekspektasi penurunan produksi CPO, yang mendorong persaingan antar pembeli untuk mendapatkan pasokan terbatas.

Sponsor
Iklan

Kenaikan Harga Kontrak CPO

Berdasarkan data BMD, beberapa kontrak berjangka CPO mengalami kenaikan harga:

  • Kontrak Februari 2025 naik sebesar 21 Ringgit Malaysia menjadi 4.509 Ringgit Malaysia per ton.
  • Kontrak Maret 2025 stabil di angka 4.350 Ringgit Malaysia per ton.
  • Kontrak April 2025 terkerek 2 Ringgit Malaysia menjadi 4.218 Ringgit Malaysia per ton.
  • Kontrak Mei 2025 meningkat 7 Ringgit Malaysia menjadi 4.117 Ringgit Malaysia per ton.
  • Kontrak Juni 2025 naik 2 Ringgit Malaysia menjadi 4.054 Ringgit Malaysia per ton.

Namun, kontrak berjangka CPO untuk Juli 2025 justru mengalami penurunan sebesar 10 Ringgit Malaysia ke level 4.025 Ringgit Malaysia per ton.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

David Ng, seorang pedagang CPO yang dikutip dari Bernama, menyebutkan bahwa kenaikan harga ini didorong oleh ekspektasi melemahnya produksi.

“Permintaan yang terus meningkat menciptakan persaingan di antara pembeli untuk mendapatkan pasokan yang terbatas. Kami memperkirakan harga akan bertahan di level 4.200 Ringgit Malaysia per ton dengan level resistensi di 4.350 Ringgit Malaysia per ton,” ujarnya.

Penurunan produksi diperkirakan akan memberikan tekanan pada pasokan global, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan minyak sawit untuk konsumsi domestik dan ekspor. Hal ini mendorong penguatan harga CPO di berbagai kontrak berjangka.

Optimisme Pasar di Tengah Tantangan

Penguatan harga CPO mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek komoditas tersebut. Meski produksi diperkirakan akan menurun, permintaan tetap stabil, bahkan cenderung meningkat. Faktor lain yang memengaruhi adalah situasi geopolitik dan cuaca yang berdampak pada hasil panen sawit.

Dengan tren ini, pelaku pasar berharap harga CPO dapat terus bertahan di level tinggi dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, volatilitas pasar tetap menjadi perhatian, mengingat berbagai faktor eksternal seperti kebijakan perdagangan dan perubahan iklim yang dapat memengaruhi produksi dan distribusi.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.