Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Harga Emas Melesat Dekati Rekor ATH, Dampak Tarif Trump

65
×

Harga Emas Melesat Dekati Rekor ATH, Dampak Tarif Trump

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Melesat Dekati Rekor ATH, Dampak Tarif Trump
Harga emas melonjak mendekati rekor tertinggi sepanjang masa setelah Trump mengumumkan tarif timbal balik. Simak analisis dan prospek pergerakannya!

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas kembali melonjak pada Rabu (2/4/2025), mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH). Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal balik yang berpotensi memperburuk perang dagang global.

Harga Emas Dekati Rekor Tertinggi

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 3.129,46 per ons pada pukul 16:53 EDT (03:53 WIB). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 0,6% di level US$ 3.166,20 per ons.

Sponsor
Iklan

“Tarif timbal balik ini jauh lebih agresif dari perkiraan, yang kemungkinan akan menyebabkan aksi jual di pasar aset dan melemahkan dolar AS,” ujar pedagang logam independen Tai Wong.

Baca Juga: Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Dekati Level US$ 3.000

Menurut Wong, prospek emas saat ini sangat positif dengan target jangka pendek di US$ 3.200. “Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, dan ketidakpastian mengenai kemungkinan negosiasi akan membuat pasar sangat volatil dalam waktu dekat,” tambahnya.

Dampak Kebijakan Tarif Trump

Trump mengumumkan kebijakan baru dengan memberlakukan tarif dasar 10% untuk semua impor ke AS serta tarif lebih tinggi terhadap beberapa mitra dagang utama. Kebijakan ini meningkatkan ketegangan perdagangan yang telah berlangsung sejak Trump kembali ke Gedung Putih.

Dalam konferensi pers, Trump menampilkan poster yang merinci tarif timbal balik, termasuk tarif 34% untuk China dan 20% untuk Uni Eropa. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap bea masuk yang dikenakan pada barang-barang AS oleh negara-negara mitra dagangnya.

Baca Juga: IHSG Dekati Level Psikologis 7.000, Saham-Saham Ini Tetap Menjanjikan

Sejak awal 2025, harga emas telah melonjak lebih dari US$ 500 dan mencetak rekor tertinggi sebanyak 20 kali, dengan puncaknya di level US$ 3.148,88 pada Selasa (1/4/2025).

Proyeksi Harga Emas ke Depan

Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals, Peter Grant, menyatakan bahwa jika harga emas berhasil menembus level resistance US$ 3.147,41 – 3.149,84, maka harga berpotensi naik ke US$ 3.200.

“Momentum bullish dapat terus berlanjut, dengan target jangka menengah di kisaran US$ 3.300 hingga US$ 3.500 per ons,” jelas Grant.

Sementara itu, indeks dolar AS turun 0,4% setelah pengumuman tarif Trump. Pelemahan dolar membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, yang pada akhirnya meningkatkan permintaan terhadap logam mulia ini.

Performa Logam Mulia Lainnya

Selain emas, harga perak spot juga naik 0,7% menjadi US$ 33,99 per ons. Platinum menguat 0,7% menjadi US$ 986,18 per ons, sementara palladium justru mengalami penurunan 0,8% ke level US$ 975,93 per ons.

Baca Juga: Trump Umumkan Tarif Baru 25% untuk Impor Baja dan Aluminium

Di sisi lain, laporan ADP National Employment Report menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS meningkat pada Maret 2025. Investor kini menantikan rilis data ketenagakerjaan utama AS pada Jumat mendatang, yang dapat memberikan indikasi lebih lanjut terhadap kebijakan moneter The Fed.

Dengan dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, investor terus mencermati pergerakan harga emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.