Geser Kebawah
KomoditasPasar

Harga Emas Melonjak Didorong Pelemahan Dolar dan Inflasi AS

65
×

Harga Emas Melonjak Didorong Pelemahan Dolar dan Inflasi AS

Sebarkan artikel ini
harga emas melonjak didorong pelemahan dolar dan inflasi as t
Harga emas melonjak 1,1% ke US$ 2.623,36 per ons akibat pelemahan dolar AS dan inflasi melunak. Imbal hasil obligasi juga turun, membuat pasar emas semakin menarik.

Harga Emas Naik Tajam Setelah Inflasi AS Melambat

NEW YORK, Bursa Nusantara Official – Harga emas mengalami kenaikan signifikan pada Jumat (20/12/2024), didorong oleh pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Kenaikan ini menyusul laporan ekonomi yang menunjukkan perlambatan inflasi di Negeri Paman Sam.

Sponsor
Iklan

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 1,1% ke posisi US$ 2.623,36 per ons, sedangkan harga emas berjangka AS meningkat 1,4% menjadi US$ 2.643,2 per ons. Dolar AS melemah 0,4% dari level tertingginya dalam dua tahun, membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli internasional.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS turun dari level tertinggi dalam enam bulan terakhir, yang turut menopang kenaikan harga emas. Penurunan ini terjadi setelah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) menunjukkan kenaikan hanya 0,1% pada November, lebih rendah dibandingkan Oktober yang tercatat naik 0,2%.

Investor Kembali ke Pasar Emas

Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, menjelaskan bahwa data PCE, pendapatan pribadi, dan pengeluaran pribadi yang lebih lemah dari ekspektasi mendorong investor kembali ke pasar emas.

“Awalnya pasar memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed, tetapi kini mulai muncul peluang untuk tiga kali pemangkasan. Kebijakan ini semakin membuat emas menjadi pilihan menarik, meski masih terlalu dini untuk memastikan hal ini,” ujar Streible.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, namun ekspektasi penurunan suku bunga membuat emas semakin diminati.

Proyeksi Harga Emas di 2025

Dalam catatannya, JP Morgan menyebutkan bahwa permintaan fisik emas tetap menjadi penopang utama harga di pasar. Mereka memprediksi bahwa dengan inflasi yang mulai terkendali, The Fed dapat memiliki fleksibilitas untuk menurunkan suku bunga, sehingga mendukung kenaikan harga emas pada 2025.

“Jika kekhawatiran inflasi berlebihan, harga emas berpotensi terus naik,” tulis JP Morgan.

Kenaikan Harga Logam Mulia Lainnya

Selain emas, logam mulia lain juga mengalami kenaikan harga. Harga perak spot melonjak 1,7% ke US$ 29,52 per ons, platinum naik 0,2% menjadi US$ 925,65 per ons, dan paladium menguat 1,2% ke posisi US$ 916,88 per ons.

Kenaikan harga emas dan logam mulia lainnya menunjukkan bahwa pasar terus merespons data ekonomi global yang mengarah pada kebijakan moneter yang lebih akomodatif di tahun mendatang.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.