Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Harga Emas Meroket, Sentuh Rekor Baru di Tengah Krisis Global

140
×

Harga Emas Meroket, Sentuh Rekor Baru di Tengah Krisis Global

Sebarkan artikel ini
harga emas meroket, sentuh rekor baru di tengah krisis global kompres
Harga emas terus menanjak, mencapai level tertinggi sepanjang masa di tengah kekhawatiran perang dagang AS dan inflasi global yang meningkat.

Harga Emas Cetak Rekor, Pasar Global Bergejolak

JAKARTA. BursaNusantara.com – Harga emas terus mengalami lonjakan signifikan, bahkan diprediksi akan mencetak rekor tertinggi baru.

Pada Jumat (7/2/2025), harga emas naik 0,14% dan mencapai US$ 2.860,3 per troy ounce. Di awal sesi perdagangan, emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$ 2.886,9 per troy ounce.

Sponsor
Iklan

Menurut analis komoditas keuangan, Ibrahim Assuaibi, lonjakan harga emas ini dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global dan perang dagang yang semakin meluas.

“Harga emas masih kuat menanjak dan berpotensi menembus rekor tertinggi, didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap perang dagang AS yang meluas ke Eropa,” jelasnya.

Pemicu Kenaikan: Perang Dagang dan Inflasi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan akan mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap negara-negara dengan defisit perdagangan tinggi, seperti Eropa, Taiwan, dan Vietnam.

Kebijakan ini membuat investor beralih ke aset safe haven seperti emas, yang dinilai lebih stabil dalam kondisi pasar yang tidak menentu.

“Pengumuman tarif baru kemungkinan akan disampaikan pada Senin (10/2/2025) atau Selasa (11/2/2025). Hal ini meningkatkan kekhawatiran pasar, sehingga investor berbondong-bondong mengamankan aset mereka dalam bentuk emas,” kata Ibrahim.

Selain itu, meskipun AS menunda penerapan tarif kepada Kanada dan Meksiko, perang dagang dengan China tetap berlanjut. Dampaknya, inflasi AS terus meningkat dan menekan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Dampak Kebijakan The Fed terhadap Harga Emas

The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25-4,5% untuk menekan inflasi. Namun, suku bunga yang masih tinggi ini juga menjadi faktor yang sedikit membatasi kenaikan harga emas.

“Jika The Fed terus menahan suku bunga di level ini, pergerakan emas bisa lebih stabil. Namun, tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global akan tetap menjadi pendorong utama kenaikan harga emas,” tambah Ibrahim.

Bitcoin Merosot, Investor Beralih ke Emas

Selain faktor geopolitik dan kebijakan moneter, pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh tren di pasar aset digital. Investor kripto mulai beralih ke emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar kripto.

“Bitcoin dan aset kripto lainnya mengalami penurunan tajam sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden AS. Keputusan Elon Musk untuk masuk ke pemerintahan AS juga membuat investor kripto kecewa dan memilih emas sebagai alternatif yang lebih stabil,” jelas Ibrahim.

Tren ini menegaskan kembali posisi emas sebagai aset safe haven utama dalam kondisi ketidakpastian global. Ibrahim memperkirakan harga emas akan bergerak dalam rentang support US$ 2.853 dan resistance di US$ 2.895 per troy ounce.

Prospek Investasi Emas: Haruskah Beli Sekarang?

Ibrahim menyarankan investor yang sudah memiliki emas untuk tetap bertahan, karena potensi kenaikan harga masih terbuka lebar.

“Bagi yang sudah memiliki emas, sebaiknya pertahankan posisi. Namun, bagi investor baru, perlu lebih berhati-hati karena pergerakan harga bisa sangat fluktuatif,” tutupnya.

Dengan berbagai faktor yang mendukung kenaikan harga emas, pasar masih menantikan kebijakan baru dari AS dan pergerakan ekonomi global dalam beberapa pekan ke depan. Jika ketidakpastian terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga emas kembali mencetak rekor baru dalam waktu dekat.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.