Hartadinata Abadi (HRTA) Tunda Penerbitan Obligasi 2025
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) secara resmi menunda penerbitan obligasi berkelanjutan II tahap II tahun 2025.
Obligasi dengan jumlah pokok Rp100 miliar tersebut rencananya akan diterbitkan pada 6 Februari 2025, namun ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Informasi ini dikonfirmasi oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui surat resmi yang ditandatangani oleh Kadiv. Jasa Kustodian Gusrinaldi Akhyar dan Kanit. Pengelolaan Efek Divisi Jasa Kustodian AM. Anggita Maharani pada Senin (3/2/2025).
Detail Obligasi yang Ditunda
Obligasi yang semula dijadwalkan untuk diterbitkan memiliki beberapa ketentuan penting:
- Jumlah Pokok: Rp100 miliar
- Bunga Tetap: 7,60% per tahun
- Jangka Waktu: 3 tahun
- Peringkat: idAAA dari Pefindo
Dengan penundaan ini, para investor harus menunggu informasi lebih lanjut terkait jadwal penerbitan baru atau keputusan lain dari pihak perusahaan.
Dampak Penundaan Obligasi
Penundaan penerbitan obligasi ini bisa berdampak pada rencana pendanaan perusahaan serta strategi investasi para pemegang saham. Beberapa faktor yang mungkin menjadi alasan penundaan antara lain:
- Kondisi pasar keuangan yang kurang kondusif
- Evaluasi ulang terhadap strategi pendanaan
- Faktor teknis dan administratif
Prospek HRTA ke Depan
Meskipun terjadi penundaan, PT Hartadinata Abadi Tbk tetap memiliki fundamental bisnis yang kuat, terutama di sektor perdagangan emas dan perhiasan.
Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan terbaru terkait penerbitan obligasi ini.
Bagaimana pendapat Anda? Apakah penundaan ini akan berdampak signifikan pada prospek saham HRTA?
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












