Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

HITS Siap Delisting, Investor Dapat Peluang Revaluasi?

105
×

HITS Siap Delisting, Investor Dapat Peluang Revaluasi?

Sebarkan artikel ini
HITS Siap Delisting, Investor Dapat Peluang Revaluasi
Rencana delisting HITS memberi investor peluang untuk revaluasi dan manfaatkan tender offer di tengah strategi bisnis baru.

Delisting HITS Buka Peluang Reposisi Portofolio

JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten pelayaran milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), akan keluar dari Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme delisting sukarela.

Langkah ini bukan hanya penyesuaian strategi korporasi, tapi juga membuka peluang bagi investor untuk menilai ulang kepemilikan saham mereka.

Sponsor
Iklan

Sejak awal tahun 2025, harga saham HITS sudah terkoreksi 70,71% secara year to date (YTD). Per 8 April 2025, perdagangannya terhenti di level Rp116 per saham.

Meski terlihat stagnan, kondisi ini memberikan sinyal bagi investor untuk mempertimbangkan kembali strategi portofolio mereka.

BACA JUGA: Penghapusan Waran Seri I SMLE-W: Catat Tanggal Pentingnya!

Analis pasar senior Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut likuiditas saham HITS memang rendah, yang menjadi alasan kurang dilirik oleh pelaku pasar.

Namun, bagi sebagian investor, momen seperti ini justru bisa menjadi waktu yang tepat untuk evaluasi dan menentukan langkah terbaik menjelang delisting.

Tender Offer Jadi Exit Strategy Rasional

Delisting HITS akan diiringi dengan tender offer. Bagi investor, ini bisa menjadi jalan keluar yang masuk akal dengan harga penawaran tertentu.

Meskipun Nafan menilai harga saham saat ini belum menarik, bukan berarti tidak ada potensi apresiasi di harga tender nanti.

BACA JUGA: HUMI Targetkan Jadi ESG Leader 2029, Siapkan Roadmap Berkelanjutan

“Investor sebaiknya fokus pada emiten lain yang memberikan potensi imbal hasil lebih tinggi, tapi tender offer tetap bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Momentum untuk Konsolidasi Bisnis HUMI

Investment Analyst dari Edvisor Provina Visindo, Indy Naila, juga melihat bahwa koreksi harga saham HITS disebabkan likuiditas rendah serta efisiensi yang belum optimal.

Namun ia menyebut bahwa momen ini bisa dimanfaatkan untuk buyback dengan harga murah dan memberikan ruang konsolidasi melalui anak usaha HITS, yakni PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI).

Indy menilai proses tender offer relatif aman, asalkan investor tetap memantau kondisi fundamental perusahaan ke depan.

BACA JUGA: Laba HUMI Emiten Tommy Soeharto 2024 Tembus USD11,51 Juta

Menurutnya, harga wajar HITS bisa mencapai Rp300 per saham, tergantung arah valuasi yang akan ditentukan.

Langkah Delisting Sesuai Visi Jangka Panjang

Manajemen HITS telah menyampaikan rencana delisting dan go private kepada BEI dan OJK. Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB Independen pada 21 Mei 2025.

Direktur Utama HITS, Setiawan T Widjojo, menjelaskan bahwa perusahaan akan mengalihkan fokus utama bisnis ke HUMI.

Dengan strategi ini, HITS tidak lagi membutuhkan dana dari pasar modal dalam waktu dekat maupun jangka panjang.

BACA JUGA: Kinerja BSBK 2024 Melesat, Laba Naik 783%

Selain itu, perusahaan ingin menghindari tekanan fluktuasi harga saham yang tidak sejalan dengan arah strategi bisnis jangka panjang.

Fleksibilitas Baru dan Efisiensi Operasional

Manajemen HITS juga menyebutkan bahwa delisting akan memberi fleksibilitas lebih besar untuk pengelolaan bisnis dan aset.

Hal ini mencakup efisiensi, pengembangan usaha, hingga restrukturisasi apabila diperlukan.

Dengan mempertimbangkan arus kas perusahaan saat ini, manajemen menyampaikan belum dapat membagikan dividen secara konsisten kepada pemegang saham.

BACA JUGA: CTRA dan TRIN Garap Proyek Apartemen ASN IKN

Delisting dan go private dianggap sebagai langkah strategis yang sejalan dengan kepentingan bisnis jangka panjang.

Peluang Investor Membaca Momentum

Melalui tender offer, pemegang saham akan mendapatkan kesempatan untuk menjual sahamnya dengan harga wajar sesuai ketentuan hukum.

Meskipun kondisi pasar masih lesu, investor yang jeli bisa memanfaatkan peluang ini untuk melakukan reposisi dan menyiapkan strategi baru.

Dengan target valuasi di kisaran Rp300, investor disarankan tetap wait and see sambil mengamati dinamika bisnis HUMI dan arah strategi HITS ke depan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.