JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terjun bebas pada akhir perdagangan Selasa (8/4), terkoreksi 514,47 poin atau 7,90% ke level 5.996,14.
Ini menjadi level terendah dalam dua tahun terakhir dan memicu kekhawatiran baru di kalangan investor.
Dari total 797 saham yang ditransaksikan hari ini, hanya 30 saham mencatatkan penguatan. Sementara itu, sebanyak 672 saham melemah dan 95 lainnya stagnan.
Baca Juga: IHSG Ambles 2,3% ke 6.114 Sesi 1, Sentimen Negatif Menekan Pasar
Kondisi ini menggambarkan tekanan jual yang luar biasa di hampir seluruh sektor.
Sektor Barang Baku dan Teknologi Pimpin Koreksi
Seluruh indeks sektoral tanpa terkecuali ikut melemah, mengikuti jejak IHSG yang ambles. Sektor barang baku mencatatkan koreksi terdalam, yakni sebesar 10,54%.
Di posisi kedua, sektor teknologi turun hingga 10,23%, sedangkan sektor barang konsumen non primer juga tak luput dari tekanan dengan pelemahan sebesar 8,82%.
Aksi jual besar-besaran membuat sentimen negatif meluas di seluruh papan perdagangan.
Volume Transaksi Meningkat di Tengah Aksi Jual
Meskipun pasar berada dalam tekanan, volume transaksi tetap tinggi. Tercatat, sebanyak 22,18 miliar saham berpindah tangan dengan nilai mencapai Rp 20,06 triliun.
Tingginya aktivitas ini menunjukkan bahwa investor masih aktif bereaksi terhadap gejolak pasar.
Daftar Top Gainers dan Top Losers LQ45
Di tengah dominasi tekanan jual, hanya segelintir saham unggulan yang mampu bertahan. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat kenaikan sebesar 1,41% dan menjadi satu-satunya top gainer di LQ45.
Sebaliknya, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memimpin daftar penurunan dengan koreksi tajam 15,98%, diikuti oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang anjlok 14,81%, serta PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang turun 14,72%.
Pelemahan IHSG hari ini menjadi peringatan penting bagi pelaku pasar untuk lebih cermat dan siap menghadapi volatilitas yang masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












