Kapitalisasi Pasar Capai Rp14.911 Triliun di Sesi Penutupan
JAKARTA, BursaNusantara.com – Laju IHSG Hari Ini berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan sesi II, Rabu (25/2/2026). Indeks tercatat menguat 41,40 poin atau 0,50 persen hingga mendarat di level 8.322,23.
Apresiasi indeks ini turut mendorong kapitalisasi pasar (market cap) ke angka Rp14.911 triliun. Aktivitas pasar terpantau cukup agresif dengan frekuensi transaksi mencapai 2,789 juta kali.
Berdasarkan data perdagangan, total volume saham yang ditransaksikan menembus 49,42 miliar unit dengan nilai keseluruhan sebesar Rp28,22 triliun.
Baca Juga
Dinamika Sektoral dan Analisis IHSG Hari Ini
Mayoritas indeks sektoral berhasil bertahan di zona hijau untuk menopang penguatan indeks komposit di tengah volatilitas pasar.
Namun, tekanan jual masih membayangi tiga sektor utama, yakni keuangan, transportasi, dan teknologi yang berakhir di zona merah. Situasi pasar secara keseluruhan menunjukkan persaingan ketat dengan 357 saham menguat berbanding 348 saham yang melemah.
Statistik bursa juga mencatat sebanyak 253 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Transaksi yang mencapai angka Rp28 triliun lebih ini mencerminkan likuiditas pasar yang tetap terjaga pada pertengahan pekan.
Kepercayaan investor tampak masih dominan meski ada koreksi di sektor-sektor sensitif suku bunga seperti keuangan dan teknologi.
Deretan Saham Top Gainers dan Top Losers
Panggung perdagangan sore ini dikuasai oleh saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) yang melonjak 35 persen ke level Rp162. Posisi top gainers berikutnya ditempati oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) yang naik 34,94 persen menjadi Rp224.
Menyusul di urutan ketiga, PT Jantra Group Indonesia Tbk (KAQI) mencatatkan kenaikan sebesar 34,62 persen ke harga Rp105.
Di sisi lain, koreksi terdalam atau top losers dialami oleh PT Indospring Tbk (INDS) yang merosot 14,97 persen menuju level Rp1.505. Pelemahan signifikan juga menimpa PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) yang turun 14,69 persen ke Rp755 per saham. Terakhir, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) harus rela terkoreksi sebesar 14,60 persen dan ditutup pada harga Rp585.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









