Geser Kebawah

Strategi JGLE Tekan Defisit Lewat Rights Issue Rp414 Miliar

117
×

Strategi JGLE Tekan Defisit Lewat Rights Issue Rp414 Miliar

Sebarkan artikel ini
Strategi JGLE Tekan Defisit Lewat Rights Issue Rp414 Miliar
JGLE targetkan dana Rp414 miliar lewat Rights Issue JGLE untuk kuasai aset Jungleland. Konsolidasi lahan 35 Ha Sentul jadi residensial. Analisis di sini.

Restrukturisasi Permodalan dan Ambisi Transformasi Properti Bakrie

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) menempuh langkah krusial untuk memperbaiki struktur permodalan melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD I).

Emiten properti dari Grup Bakrie ini menawarkan sebanyak 8,28 miliar saham baru Seri B guna menghimpun dana segar senilai Rp414 miliar.

Berdasarkan laporan rencana aksi korporasi tersebut, harga pelaksanaan dipatok sebesar Rp50 per saham dengan nilai nominal Rp10 per saham. Pemegang saham yang memiliki 270 saham lama Seri A dan tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 6 Maret 2026 berhak mendapatkan 99 HMETD.

Pelaksanaan Rights Issue JGLE ini diproyeksikan menjadi katalis utama bagi perseroan untuk mengonsolidasi aset strategis di kawasan Sentul, Bogor.

Agenda besar ini dijadwalkan akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 31 Maret 2026 mendatang.

Konsolidasi Jungleland Asia dan Mekanisme Inbreng Saham

Alokasi dana hasil penawaran umum ini hampir seluruhnya, yakni sebesar Rp413,9 miliar atau 99,9%, diperuntukkan bagi pengambilalihan 61,86% saham PT Jungleland Asia (JLA). Proses akuisisi ini dilakukan terhadap 14,78 miliar saham JLA yang saat ini dimiliki oleh PT Adiprotek Envirodunia (AE).

Pihak PT Adiprotek Envirodunia bertindak sebagai pembeli siaga yang akan menyerap sisa saham melalui mekanisme inbreng atau penyetoran modal dalam bentuk non-tunai.

Seperti diungkapkan dalam prospektus, AE akan menyerahkan kepemilikan saham mereka di JLA kepada JGLE sebagai pembayaran atas pelaksanaan haknya.

Manajemen menegaskan bahwa masuknya AE sebagai pemegang saham baru tidak akan mengubah komposisi pemegang saham pengendali di tubuh JGLE. Sementara itu, sisa perolehan dana sekitar Rp64,3 juta direncanakan untuk memperkuat posisi modal kerja guna mendukung operasional rutin harian perseroan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan