Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Menguat 0,31%, Saham Energi dan Infrastruktur Topang Kenaikan

101
×

IHSG Menguat 0,31%, Saham Energi dan Infrastruktur Topang Kenaikan

Sebarkan artikel ini
IHSG Menguat 0,31%, Saham Energi dan Infrastruktur Topang Kenaikan
IHSG naik 0,31% ke 7.062 pada sesi I Jumat (16/5), didorong sektor energi dan infrastruktur. Saham PGEO dan INCO jadi top gainers LQ45.

IHSG Bangkit Ditopang Sektor Energi dan Infrastruktur

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada perdagangan sesi pertama Jumat, 16 Mei 2025, dengan kenaikan 0,31% atau 22,005 poin ke posisi 7.062,166.

Tercatat 295 saham menguat, 292 terkoreksi, dan 215 stagnan, dengan total volume transaksi mencapai 13,7 miliar saham senilai Rp 7,88 triliun.

Sponsor
Iklan

Sektor Energi dan Infrastruktur Dorong Kinerja IHSG

Lima indeks sektoral menopang laju positif IHSG pada sesi pagi. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah IDX-Basic sebesar 1,73%, IDX-Infra 1,64%, dan IDX-Energy 0,58%.

Baca Juga: Program Beras SPHP dan Bansos Berpotensi Aktif Lagi Juni 2025

Kinerja sektor energi mencuat seiring reli harga saham emiten geothermal dan tambang. Di sektor infrastruktur, investor menyambut positif proyek-proyek pembangunan baru yang berdampak langsung ke emiten sektor tersebut.

PGEO dan INCO Jadi Bintang Pagi Ini

Beberapa saham dalam indeks LQ45 mencatatkan penguatan signifikan. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memimpin dengan kenaikan 19,44% ke Rp 1.290.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga melonjak 6,69% ke Rp 3.030, diikuti oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang menguat 6,01% ke Rp 2.030.

Baca Juga: TPIA Pacu Ekspansi Usai Akuisisi Shell Energy Singapore

Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif terhadap prospek energi terbarukan dan permintaan nikel global yang meningkat.

MAPA, ACES, dan BBNI Masuk Daftar Top Losers

Meski IHSG menghijau, beberapa saham unggulan tertekan. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) melemah 2,63% ke Rp 740, disusul PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) turun 1,87% ke Rp 525.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 1,78% ke level Rp 4.420, seiring aksi ambil untung dan sentimen makro ekonomi global.

Bursa Asia Bergerak Variatif, Jepang Terseret Kontraksi Ekonomi

Sementara itu, bursa Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan campuran. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,23%, sedangkan Topix menguat tipis 0,12%.

Baca Juga: Wisata RI Kalah dari Malaysia, Airlangga & Sri Mulyani Bergerak

Pelemahan terjadi setelah Jepang melaporkan kontraksi ekonomi sebesar 0,2% pada kuartal I 2025, lebih dalam dari ekspektasi pasar yang memperkirakan minus 0,1%.

Ketidakpastian negosiasi dagang Jepang-AS dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter Bank of Japan menjadi perhatian pelaku pasar.

Bank Commonwealth of Australia mencatat bahwa data PDB Jepang akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga BOJ dalam waktu dekat.

Mata Uang dan Bursa Asia Lainnya Menyesuaikan Sentimen

Nilai tukar Yen Jepang melemah ke kisaran 145,52 per Dolar AS. Analis teknikal memperkirakan USD/JPY berpotensi menguji level resistensi 148,13 dalam waktu dekat.

Baca Juga: Bulog Klarifikasi Soal 40% Gabah Dibeli di Bawah HPP

Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,44% dan Kospi Korea Selatan naik 0,33%. Sebaliknya, indeks Kosdaq terkoreksi 0,2%.

Indeks Nifty 50 India juga melemah 0,25% di awal sesi. Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 0,66%, sementara CSI 300 China daratan melemah 0,2%.

Pergerakan IHSG yang positif pagi ini memperlihatkan ketahanan pasar domestik di tengah fluktuasi global. Investor mencermati peluang sektor energi dan infrastruktur sebagai penggerak utama hari ini.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.