JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mempertahankan momentum penguatannya dengan ditutup naik selama enam hari berturut-turut.
Pada perdagangan Senin (5/5/2025), IHSG ditutup naik tipis 0,24% atau 16,22 poin ke level 6.831,95.
Sektor Barang Baku dan Konsumer Pimpin Kenaikan
Kinerja positif IHSG tak lepas dari dukungan mayoritas sektor yang menghijau. Dari total 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 10 sektor tercatat menguat.
Sektor barang baku mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 2,03%, disusul sektor barang konsumer non primer yang naik 1,71%.
Properti dan real estat turut menguat 0,82%, sementara sektor industri, barang konsumer primer, serta energi masing-masing naik 0,29%, 0,27%, dan 0,21%.
Sektor transportasi, infrastruktur, keuangan, dan kesehatan juga mencatatkan kenaikan meskipun tipis. Satu-satunya sektor yang mengalami koreksi adalah sektor teknologi, yang melemah 0,43%.
MBMA dan KLBF Jadi Sorotan Investor
Dengan kondisi pasar yang positif, total volume perdagangan saham pada hari tersebut mencapai 20,94 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp10,30 triliun.
Sebanyak 346 saham mencatatkan penguatan, memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan IHSG. Di sisi lain, 257 saham melemah dan 201 saham stagnan.
Di antara saham-saham dalam indeks LQ45, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi top gainer dengan lonjakan harga 13,73% ke level Rp348 per saham.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menyusul dengan kenaikan 8,84%, diikuti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang menguat 5,70%.
Namun, tidak semua saham mencatatkan kinerja positif. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menjadi top loser dengan pelemahan 4,46% ke Rp535 per saham.
Diikuti CPIN yang turun 1,90% dan ADRO terkoreksi 1,33%.
Pergerakan yang terjadi menunjukkan antusiasme investor tetap tinggi di tengah fluktuasi sektoral, mencerminkan pasar yang selektif namun tetap optimistis terhadap arah ekonomi ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








