IHSG Naik Signifikan di Sesi Awal Perdagangan
JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan signifikan dalam sesi awal perdagangan Jumat (31/1/2025).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 69,63 poin atau 0,98% ke level 7.143,1 dalam satu jam pertama perdagangan. Indeks bergerak dalam rentang 7.095 hingga 7.153 sepanjang sesi pagi.
Bursa saham Indonesia terus menunjukkan performa positif, didukung oleh optimisme pasar dan meningkatnya minat investor terhadap saham-saham unggulan.
Dalam satu jam perdagangan, volume transaksi mencapai 4,79 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,34 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 375.805 kali, mencerminkan tingginya aktivitas di pasar modal.
Saham-Saham Top Gainers Melesat 10% Lebih
Sejumlah saham mengalami kenaikan tajam, bahkan beberapa di antaranya mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA). Berikut adalah daftar saham yang mencatat lonjakan signifikan:
- PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) – Naik 24,5%, mentok ARA
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) – Melesat 17,1%
- PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) – Melejit 15,7%
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) – Naik 10,6%
Lonjakan saham-saham ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk laporan keuangan yang solid, peningkatan minat investor ritel, serta sentimen positif dari pasar global.
Indeks LQ45 dan Bursa Asia Ikut Menguat
Indeks saham unggulan LQ45 juga mencatat kenaikan sebesar 1,1% dalam satu jam perdagangan. Saham-saham blue chip seperti bank dan sektor konsumer menjadi pendorong utama penguatan indeks ini.
Sementara itu, bursa saham global turut menunjukkan tren positif:
- Nikkei 225 (Jepang) naik 0,07%
- Straits Times (Singapura) melonjak 1,8%
- Hang Seng (Hong Kong) dan Shanghai Composite (Tiongkok) libur karena perayaan Tahun Baru Imlek
Optimisme Investor dan Prospek IHSG
Dengan menguatnya IHSG serta pergerakan positif saham-saham unggulan, investor semakin optimis terhadap prospek pasar modal Indonesia.
Kinerja positif di awal sesi perdagangan ini menjadi sinyal kuat bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk tumbuh lebih tinggi di tengah sentimen global yang dinamis.
Para analis memperkirakan IHSG akan tetap berada dalam tren bullish selama fundamental ekonomi dan minat investor terus menguat.
Investor disarankan untuk mencermati saham-saham dengan prospek cerah guna memaksimalkan peluang keuntungan di pasar modal.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












