Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Rawan Koreksi Usai Libur, Peluang Uji Resistance Terbuka

181
×

IHSG Rawan Koreksi Usai Libur, Peluang Uji Resistance Terbuka

Sebarkan artikel ini
Investor Waspada, IHSG Konsolidasi & Saham Oversold Tarik Perhatian
IHSG bergerak konsolidatif di tengah tren naik. Saham SRTG, BUMI, dan INDF masuk radar karena potensi rebound teknikal.

Tekanan Koreksi Bayangi IHSG di Awal Pekan

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki pekan baru dengan sinyal korektif setelah libur panjang.

Di perdagangan terakhir sebelum libur, Rabu (28/5), IHSG melemah 0,32% ke level 7.175,82 setelah sempat menguat sejak awal pekan.

Sponsor
Iklan

Pergerakan sideways dan tekanan jual jadi penanda akhir sesi sebelum libur. Ini menandai perubahan arah setelah beberapa hari positif sebelumnya.

Sinyal Teknis Ancam Arah IHSG

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan bahwa IHSG kini berada di fase akhir wave (v) dari wave (a) dalam struktur gelombang teknikal. Posisi ini memperbesar peluang koreksi lanjutan dalam waktu dekat.

IHSG rawan terkoreksi ke kisaran 6.713–7.031, meskipun ada potensi penguatan untuk uji level 7.185–7.216,” jelasnya dalam riset tertanggal Senin (2/6).

Herditya mengidentifikasi support teknikal pada 7.085 dan 7.009. Sementara resistance berada di 7.263 dan 7.324, yang menjadi batas penting untuk memvalidasi tren penguatan lanjutan.

Strategi Saham Pilihan MNC Sekuritas

Dalam lanskap koreksi ini, MNC Sekuritas tetap mengajukan sejumlah saham yang bisa dicermati untuk perdagangan harian. Saham-saham tersebut memiliki struktur wave berbeda yang memberikan peluang teknikal tersendiri.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Saham AKRA terkoreksi 1,16% ke Rp1.275. Koreksi ini tertahan di atas MA20, memberi sinyal potensi pembalikan bila tekanan jual mereda.

Menurut Herditya, posisi AKRA kini berada di awal wave B dari wave (B). Artinya, koreksi masih mungkin berlanjut, namun sudah mendekati batas bawahnya.

  • Area beli: Rp1.075–Rp1.265
  • Target harga: Rp1.380, Rp1.460
  • Stoploss: Di bawah Rp1.050

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

BMRI turun 1,85% ke Rp5.300 diiringi lonjakan tekanan jual. Struktur wave menempatkan BMRI di awal wave (ii) dari wave [c], membuka potensi koreksi tambahan.

  • Area beli: Rp5.075–Rp5.250
  • Target harga: Rp5.525, Rp5.750
  • Stoploss: Di bawah Rp4.960

PT Timah Tbk (TINS)

Berbeda dari saham lain, TINS justru menguat 0,85% ke Rp1.185. Volume beli meningkat dan posisi harga bertahan di atas MA20, menjadi indikasi awal momentum positif.

MNC Sekuritas menilai TINS berada pada bagian wave (b) dari wave [b], memberi ruang lanjut untuk reli teknikal dalam jangka pendek.

  • Area beli: Rp1.080–Rp1.150
  • Target harga: Rp1.250, Rp1.300
  • Stoploss: Di bawah Rp1.005

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)

WIFI turun ke Rp2.010 dengan tekanan jual tetap dominan. Harga bergerak sideways dan masih tertahan di bawah MA20 dan MA60, mengindikasikan belum adanya kekuatan beli baru.

Secara struktur, saham ini berada dalam fase wave [c] dari wave B. Investor perlu mencermati batas bawah teknikal sebelum masuk.

  • Area beli: Rp1.870–Rp1.980
  • Target harga: Rp2.120, Rp2.260
  • Stoploss: Di bawah Rp1.840

Peluang Terbuka di Tengah Ketidakpastian

Meski IHSG berpotensi melemah, peluang tetap terbuka bagi saham-saham yang berada di fase awal wave baru atau menampilkan kekuatan beli teknikal. Pendekatan selektif menjadi kunci menghadapi volatilitas pasca-libur.

Rekomendasi saham berbasis wave seperti ini memberi opsi lebih terukur bagi trader teknikal. Momentum pengujian resistance juga tetap terbuka bila sentimen pasar mendukung dalam beberapa hari ke depan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.