IHSG Cerminkan Optimisme Pasar, Tapi Ketidakpastian Global Masih Bayangi
JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 0,94% ke level 7.106,53 pada akhir perdagangan Jumat (16/5).
Meskipun penguatan terbilang moderat, tren ini dinilai mencerminkan optimisme investor terhadap prospek jangka pendek, namun juga memperlihatkan kehati-hatian di tengah sejumlah sentimen global yang belum pasti.
Investment Analyst Edvisor Provina Visindo, Indy Naila, menjelaskan bahwa pelaku pasar akan mencermati sejumlah agenda penting pada awal pekan, khususnya kebijakan moneter bank sentral China dan perkembangan geopolitik dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Ancaman Tarif AS Bayangi Kenaikan Harga Minyak Global
“Keputusan bank sentral China terkait stimulus serta pernyataan Presiden AS mengenai negosiasi tarif bisa memicu pergerakan tajam pasar,” ujar Indy kepada Kontan (18/5).
Indy memperkirakan IHSG pada Senin (19/5) akan bergerak dalam rentang 6.926 hingga 7.200. Ia merekomendasikan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan target Rp1.735 dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) di Rp1.280 sebagai pilihan menarik untuk diperhatikan.
Data China dan Emas Jadi Sorotan Tambahan
Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning di Kiwoom Sekuritas, menambahkan bahwa pasar juga akan memantau rilis data industrial production China untuk April 2025, yang diprediksi melambat menjadi 6,2% secara tahunan.
Baca Juga: Lapangan Migas Baru Diapresiasi tapi Belum Cukup
“Hal ini dapat berdampak terhadap permintaan energi dan aktivitas ekspor global,” ujarnya.
Di sisi lain, harga emas mengalami tekanan seiring meredanya tensi dagang AS-China. Audi menyebut kondisi ini dapat berimbas negatif terhadap saham sektor emas dalam jangka pendek.
Proyeksi Teknikal dan Rekomendasi Saham
Dari sisi teknikal, Audi memproyeksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam kisaran 7.010–7.170. Ia mencatat bahwa indikator RSI menunjukkan pasar mulai jenuh beli (overbought), mengindikasikan potensi koreksi teknikal.
Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Didominasi Produk Hilir, Gapki Khawatirkan Tarif
Untuk perdagangan Senin (19/5), Audi merekomendasikan dua saham unggulan berbasis analisis teknikal:
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- Support: Rp6.350
- Resistance: Rp7.400
- Rekomendasi: Speculative buy
- PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (RATU)
- Support: Rp900
- Resistance: Rp1.050
- Rekomendasi: Speculative buy
Dengan beragam sentimen yang bersifat campuran antara domestik dan eksternal, pelaku pasar disarankan tetap selektif dalam memilih saham sambil memantau ketat arah kebijakan global dan data ekonomi utama pekan ini.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












