JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah mengambil langkah strategis dengan menghentikan sementara impor minyak dari Singapura selama enam bulan ke depan, dan mengalihkan pasokan ke negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam pernyataan tegas saat menghadiri acara di DPP Partai Golkar, Kamis (8/5/2025).
Menurut Bahlil, Indonesia lebih layak mengimpor dari negara penghasil seperti di Timur Tengah, karena dinilai lebih sejalan dengan prinsip kedaulatan energi nasional.
“Jauh lebih bermartabat kita dapat minyak dari Middle East karena dia adalah negara penghasil minyak,” ujarnya.
Baca Juga: Harga CPO Naik Lagi, Dipicu Ekspektasi Produksi Melemah dan Cuaca Buruk
Ia menyoroti bahwa selama ini Indonesia membeli minyak dari Singapura, padahal negara tersebut tidak memiliki sumber minyak sendiri. Bahkan, lebih dari separuh pasokan BBM Indonesia masih bergantung pada Singapura.
“Negara enggak punya minyak, tapi kita beli dari sana. Ini strategi yang memalukan,” tambahnya.
Bahlil mengungkapkan bahwa keputusan ini bukan semata urusan ekonomi, melainkan bagian dari arah baru kebijakan energi nasional yang berorientasi pada kekuatan geopolitik dan geostrategis.
Dengan nada tajam, ia mempertanyakan kebijakan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut. “Ini otak kita ini kan sebenarnya enggak tahu ya, kita sekolahnya enggak tamat atau gimana. Bingung juga saya,” ucapnya.
Baca Juga: Zelensky Desak China Hentikan Dukungan Korea Utara ke Rusia
Pernyataan Bahlil menjadi penanda bahwa arah kebijakan energi Indonesia ke depan akan lebih menekankan pada kontrol strategis dan pemilihan mitra dagang yang mencerminkan kepentingan jangka panjang bangsa.












