Geser Kebawah
BisnisE-Commerce

Indonesia Berpeluang Jadi Pemimpin Investasi Digital ASEAN, Ini Strateginya!

442
×

Indonesia Berpeluang Jadi Pemimpin Investasi Digital ASEAN, Ini Strateginya!

Sebarkan artikel ini
indonesia berpeluang jadi pemimpin investasi digital asean, ini strateginya! kompres
Indonesia menargetkan posisi teratas sebagai tujuan investasi digital ASEAN. Simak potensi, strategi, dan langkah pemerintah untuk wujudkan visi ini.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indonesia saat ini menempati posisi kedua di ASEAN sebagai negara tujuan investasi digital dengan nilai mencapai US$ 21,9 miliar atau sekitar Rp 355 triliun.

Namun, pemerintah tidak berpuas diri. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Indonesia berambisi menjadi pemimpin investasi digital di kawasan ASEAN. Bagaimana strateginya? Simak analisis lengkapnya berikut ini.

Sponsor
Iklan

Potensi Besar Ekonomi Digital Indonesia

Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak menjadi pusat investasi digital di ASEAN. Berikut beberapa faktor yang mendukung hal tersebut:

  1. Pasar E-Commerce yang Besar
    Nilai pasar e-commerce Indonesia mencapai US$ 77 miliar pada 2023. Angka ini diproyeksikan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya penetrasi internet dan adopsi teknologi digital.
  2. Bonus Demografi
    Pada 2030, 68% populasi Indonesia akan berada dalam usia produktif. Generasi muda ini menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi digital, baik sebagai konsumen maupun talenta digital.
  3. Trafik Data Internet yang Tinggi
    Lalu lintas data internet diprediksi mencapai 581 petabyte (PB) per hari pada 2030, meningkat 4,3 kali lipat dari saat ini. Hal ini menunjukkan tingginya aktivitas digital di Tanah Air.
  4. Proyeksi Ekonomi Digital
    Menurut laporan e-Conomy SEA 2024 oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 90 miliar pada 2024, tertinggi di ASEAN.


Strategi Pemerintah untuk Merebut Posisi Teratas

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat transformasi digital. Berikut tiga prinsip utama yang diusung:

  1. Inklusif
    Transformasi digital harus merata, tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga hingga pelosok negeri. Pemerataan akses internet dan partisipasi masyarakat menjadi kunci.
  2. Memperdayakan
    Teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan nilai tambah yang bermanfaat bagi masyarakat luas, seperti peningkatan produktivitas dan efisiensi.
  3. Percaya dan Berdaulat
    Indonesia harus membangun teknologi yang aman, produktif, dan mandiri, mengurangi ketergantungan pada pihak asing.

Fokus pada Ekosistem Digital Nasional

Pemerintah juga menyelaraskan strategi transformasi digital dengan Visi Indonesia Emas 2045. Beberapa langkah strategis yang diambil meliputi:

  1. Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
    Fokus pada sektor-sektor potensial seperti e-commerce, keuangan digital, dan transportasi online.
  2. Penguatan Riset dan Inovasi
    Mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan mendorong kemandirian teknologi.
  3. Kemitraan Lintas Sektor
    Kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat untuk memperluas adopsi teknologi.

Peran E-Commerce dalam Pertumbuhan Ekonomi Digital

Sektor e-commerce menjadi penggerak utama ekonomi digital Indonesia, menyumbang 72,22% dari total nilai ekonomi digital yang mencapai US$ 90 miliar pada 2024. Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan e-commerce antara lain:

  1. Penetrasi Internet yang Meningkat
    Jumlah pengguna internet di Indonesia terus bertambah, mendorong aktivitas belanja online.
  2. Inovasi Platform E-Commerce
    Fitur-fitur baru seperti video commerce meningkatkan pengalaman berbelanja pengguna.
  3. Adopsi AI
    Teknologi kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk personalisasi rekomendasi produk dan meningkatkan efisiensi operasional.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meski potensinya besar, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam merebut posisi teratas sebagai tujuan investasi digital ASEAN. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Kesenjangan Digital
    Akses internet belum merata, terutama di daerah terpencil. Pemerintah terus membangun infrastruktur seperti BTS 4G dan satelit SATRIA-1 untuk mengatasi hal ini.
  2. Regulasi yang Ketat
    Perlu adanya regulasi yang mendukung inovasi tanpa menghambat pertumbuhan industri.
  3. Persaingan Global
    Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain yang juga mengembangkan ekosistem digitalnya.

Kinerja 100 Hari Pertama Menkominfo

Dalam 100 hari pertama masa kerjanya, Menkominfo Meutya Hafid telah mencatat sejumlah pencapaian penting, antara lain:

  1. Pemblokiran Konten Negatif
    Sebanyak 1.037.558 konten negatif diblokir, melibatkan 745 ISP dan 945.431 situs web.
  2. Perlindungan Anak di Ruang Digital
    Pemerintah sedang menyusun Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Pelindungan Anak untuk memastikan keamanan anak di platform digital.
  3. Pemberantasan Judi Online
    Sebanyak 882.352 konten judi online berhasil diturunkan, melibatkan kolaborasi dengan berbagai platform digital.
  4. Pembangunan Infrastruktur Digital
    Infrastruktur 4G telah dibangun di 320 lokasi blankspot, serta 490 BTS 4G dan 21.183 lokasi internet SATRIA-1.

Belajar dari Kesuksesan DeepSeek

Indonesia bisa belajar dari kesuksesan DeepSeek, perusahaan AI asal China yang berhasil menawarkan efisiensi biaya lebih murah dibandingkan ChatGPT. Menurut Nailul Huda dari Celios, kunci keberhasilan teknologi adalah efisiensi dan kompetitifitas.

“Modal besar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan. Teknologi harus diterapkan secara efisien dan kompetitif untuk memenangkan pasar,” ujarnya.


Kesimpulan

Indonesia memiliki semua potensi untuk menjadi pemimpin investasi digital di ASEAN. Dengan dukungan pemerintah, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi secara efisien, target ini bukanlah hal yang mustahil. Mari bersama-sama wujudkan masa depan digital Indonesia yang lebih cerah!

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru