Geser Kebawah
Internasional

Kehangatan Diplomasi Indonesia-Yordania di Amman

10
×

Kehangatan Diplomasi Indonesia-Yordania di Amman

Sebarkan artikel ini
Kehangatan Diplomasi Indonesia-Yordania di Amman
Raja Abdullah II berikan penghormatan luar biasa dengan menyupiri langsung Presiden Prabowo di Yordania. Simak detail pengawalan F-16 dan maknanya di sini.

Simbolisme Kedekatan Strategis di Kawasan Timur Tengah

AMMAN, BursaNusantara.com – Kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Kerajaan Yordania Hasyimiah berakhir dengan rangkaian prosesi yang penuh penghormatan pada Rabu (25/2/2026).

Momentum ini menandai babak baru dalam penguatan hubungan diplomatik Indonesia-Yordania melalui pendekatan personal yang mendalam di antara kedua pemimpin negara.

Raja Abdullah II ibn Al Hussein menunjukkan gestur istimewa yang melampaui sekat formalitas protokoler internasional. Berdasarkan laporan rangkaian kunjungan, sang Raja bahkan mengemudikan sendiri kendaraan yang membawa Presiden Prabowo menuju Bandar Udara Militer Marka.

Sikap menyupiri tamu negara secara langsung merupakan pesan diplomatik yang kuat mengenai tingginya rasa saling percaya. Gestur ini jarang terjadi dalam tradisi kenegaraan dan menegaskan posisi istimewa Indonesia di mata Kerajaan Yordania.

Tradisi Penghormatan Militer dan Pengawalan F-16

Setibanya di area Bandar Udara Militer Marka, atmosfer hangat terus menyelimuti momen perpisahan kedua kepala negara tersebut. Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II tampak saling berpelukan erat di bawah tangga pesawat sebelum keberangkatan dilakukan.

Penghormatan tertinggi dari Angkatan Udara Yordania terlihat saat pesawat kepresidenan Indonesia mulai melakukan lepas landas. Sebanyak empat unit pesawat tempur F-16 diterbangkan secara khusus untuk memberikan pengawalan udara bagi Presiden RI.

Keempat jet tempur tersebut mengawal penerbangan hingga pesawat kepresidenan keluar sepenuhnya dari wilayah kedaulatan udara Yordania. Prosedur ini merupakan simbol perlindungan dan apresiasi militer yang lazim diberikan kepada pemimpin negara yang dianggap sebagai mitra strategis utama.

Kelanjutan Misi Luar Negeri ke Abu Dhabi

Rangkaian peristiwa di Amman ini membuktikan bahwa hubungan diplomatik Indonesia-Yordania saat ini telah melampaui sekadar kepentingan birokrasi. Kedekatan ini menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor ekonomi dan pertahanan di masa depan.

Usai menyelesaikan agenda di Yordania, Presiden Prabowo langsung bertolak menuju Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab. Kunjungan berantai ini menunjukkan upaya aktif pemerintah dalam mengamankan posisi strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah.

Stabilitas dan kedekatan emosional antarpemimpin diharapkan mampu memperlancar berbagai inisiatif global yang sedang diupayakan oleh Indonesia. Perjalanan diplomasi ini mencerminkan dinamisme politik luar negeri yang fokus pada persahabatan lintas bangsa.

Tinggalkan Balasan