Geser Kebawah
BisnisInfrastruktur

Kerugian Waskita Karya Bengkak Jadi Rp1,24 Triliun di Q1 2025

175
×

Kerugian Waskita Karya Bengkak Jadi Rp1,24 Triliun di Q1 2025

Sebarkan artikel ini
Kerugian Waskita Karya Bengkak Jadi Rp1,24 Triliun di Q1 2025
Waskita Karya laporkan kerugian kuartal I 2025 naik 33% YoY menjadi Rp1,24 triliun akibat anjloknya pendapatan dan tekanan keuangan berkelanjutan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali mencatatkan tekanan signifikan pada kinerja keuangan kuartal pertama 2025.

Rugi bersih perusahaan melonjak menjadi Rp1,24 triliun, meningkat 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp939,55 miliar. Kondisi ini turut mendorong pelebaran rugi per saham menjadi Rp43,26 dari sebelumnya Rp32,62.

Sponsor
Iklan

Pendapatan Tergerus, Beban Tak Terelakkan

Pendapatan usaha Waskita anjlok 37% secara tahunan menjadi Rp1,35 triliun, dari sebelumnya Rp2,17 triliun pada kuartal pertama 2024.

Meski beban pokok pendapatan justru tercatat turun tipis menjadi Rp1,09 triliun dari Rp1,86 triliun, namun laba kotor tetap mengalami penyusutan signifikan menjadi Rp255,29 miliar, dari sebelumnya Rp310,36 miliar.

Penurunan efisiensi juga tampak pada beban penjualan yang menyusut menjadi Rp33,63 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi naik menjadi Rp371,88 miliar. Beban dari unit non produktif pun meningkat, mencerminkan tekanan struktural yang masih membayangi operasional perusahaan.

Pendapatan Keuangan Naik, Tapi Tak Mampu Redam Kerugian

Waskita mencatatkan kenaikan pendapatan bunga menjadi Rp142,4 miliar dari sebelumnya Rp106,28 miliar, dan juga mendapat untung selisih kurs sebesar Rp10,69 miliar.

Namun, pendapatan ini tak cukup menutup tekanan dari beban lain-lain yang menyentuh Rp297,58 miliar, berbalik dari posisi sebelumnya sebagai pendapatan Rp159,53 miliar.

Lini laba sebelum beban keuangan mencatatkan kerugian Rp335,01 miliar, jauh memburuk dibandingkan periode sebelumnya yang masih untung Rp122,73 miliar.

Liabilitas Tinggi dan Defisit Membesar

Beban keuangan yang masih besar, meskipun turun dari Rp1,09 triliun menjadi Rp901,74 miliar, turut menjadi beban utama dalam laporan keuangan.

Kerugian dari entitas asosiasi dan ventura bersama pun melonjak menjadi Rp122,96 miliar dari Rp59,83 miliar. Dengan pajak penghasilan Rp4,4 miliar, rugi periode berjalan tercatat sebesar Rp1,36 triliun.

Posisi keuangan perseroan juga menunjukkan tekanan yang berlanjut. Jumlah ekuitas menurun menjadi Rp6,55 triliun dari sebelumnya Rp7,88 triliun, sementara defisit membengkak menjadi Rp17,53 triliun. Total aset juga ikut menyusut menjadi Rp74,69 triliun dengan liabilitas turun tipis menjadi Rp68,13 triliun.

Dalam situasi seperti ini, perhatian pasar terhadap langkah restrukturisasi dan efisiensi lanjutan Waskita akan menjadi penentu arah kepercayaan investor di tengah tekanan kinerja yang masih belum pulih.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru