WASHINGTON, BursaNusantara.com – Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa kembali meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan menerapkan tarif 200% pada anggur dan produk alkohol dari Eropa. Langkah ini merupakan respons terhadap rencana Uni Eropa yang akan mengenakan pajak tambahan pada wiski asal Amerika Serikat.
Latar Belakang Kebijakan Tarif Trump
Trump, yang dikenal dengan kebijakan proteksionisnya, menyampaikan ancaman ini melalui media sosial Truth Social. Ia menuduh Uni Eropa sebagai “otoritas pajak dan tarif yang paling bermusuhan” di dunia. Ancaman ini muncul setelah Uni Eropa mengumumkan akan mengenakan tarif 50% terhadap wiski Amerika jika AS tidak mencabut tarif impor baja dan aluminium dari Eropa.
Uni Eropa menganggap kebijakan tarif terhadap wiski sebagai langkah balasan atas tindakan AS. Sebelumnya, pemerintahan Trump memang telah menerapkan berbagai tarif impor terhadap produk-produk dari Eropa, yang kemudian memicu reaksi serupa dari Uni Eropa.
Dampak terhadap Ekspor Anggur dan Produk Alkohol Eropa
Berdasarkan data Eurostat, ekspor anggur Uni Eropa ke Amerika Serikat pada tahun lalu mencapai 4,9 miliar euro, mencakup sekitar 29% dari total ekspor anggur Eropa. Jika tarif 200% benar-benar diterapkan, industri anggur dan minuman beralkohol Eropa akan terkena dampak besar, terutama:
Negara yang Berisiko Terdampak:
- Prancis: Sebagai eksportir utama anggur dan sampanye ke AS, industri minuman beralkohol Prancis akan mengalami penurunan permintaan yang signifikan.
- Italia: Dengan ekspor anggur yang mencapai hampir 40% dari total ekspor Uni Eropa ke AS, Italia juga akan mengalami dampak besar.
- Spanyol dan Jerman: Meskipun memiliki pangsa pasar lebih kecil, kedua negara ini juga akan mengalami kerugian akibat meningkatnya harga produk mereka di pasar Amerika.
Selain itu, kenaikan tarif akan membuat produk-produk Eropa lebih mahal bagi konsumen Amerika, yang kemungkinan besar akan beralih ke produk lokal atau alternatif dari negara lain.
Dampak terhadap Industri Minuman Amerika Serikat
Sebaliknya, kebijakan tarif ini dapat memberikan keuntungan bagi produsen anggur dan minuman beralkohol di Amerika Serikat. Trump menyebut langkah ini sebagai “keuntungan besar bagi bisnis anggur dan sampanye di AS.” Jika tarif benar-benar diterapkan, beberapa dampak yang mungkin terjadi adalah:
- Peningkatan penjualan anggur domestik: Konsumen Amerika yang biasanya mengonsumsi anggur Prancis atau Italia mungkin akan beralih ke produk lokal.
- Dukungan bagi produsen lokal: Petani dan produsen anggur di California, Oregon, dan Washington dapat memperoleh keuntungan dari berkurangnya persaingan dengan produk impor Eropa.
- Potensi retaliasi Uni Eropa: Uni Eropa bisa meningkatkan tarif pada produk lain dari AS, seperti bourbon, wiski, dan barang konsumsi lainnya.
Reaksi Uni Eropa dan Dampak di Pasar Keuangan
Sejauh ini, Uni Eropa belum memberikan respons resmi terhadap ancaman tarif dari Trump. Namun, Komisi Eropa telah mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri penangguhan tarif terhadap produk AS pada 1 April dan mulai menerapkan tarif penuh pada 13 April.
Pasar keuangan mulai merespons dengan penurunan saham perusahaan minuman beralkohol Eropa. Investor khawatir ketegangan dagang ini bisa semakin memperburuk situasi ekonomi global, terutama di sektor perdagangan dan investasi.
Meski kebijakan tarif ini masih dalam tahap ancaman, para pelaku industri dan pengamat perdagangan internasional mengharapkan adanya solusi diplomatik guna menghindari eskalasi lebih lanjut yang dapat merugikan kedua belah pihak.











