Strategi Retensi Talenta di Balik Performa Solid 2025
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mempertegas komitmennya dalam penguatan tata kelola internal melalui rencana pembelian kembali (buyback) saham.
Langkah strategis ini diumumkan tak lama setelah perseroan melaporkan pertumbuhan laba bersih sebesar 4 persen secara tahunan, mencapai angka Rp5,1 triliun pada tahun buku 2025.
Direktur Bank OCBC NISP, Hartati, menyatakan bahwa perseroan mengalokasikan dana maksimal Rp1 miliar untuk menyerap kembali saham di pasar. Angka ini mencakup keseluruhan biaya transaksi, termasuk komisi perantara pedagang efek, sebagai bagian dari skema kompensasi yang lebih kompetitif.
Baca Juga
Mandat Regulasi dan Optimalisasi Remunerasi
Berbeda dengan buyback pada umumnya yang bertujuan mengatrol harga pasar, aksi NISP kali ini difokuskan sepenuhnya untuk pemberian remunerasi variabel bagi manajemen dan karyawan. Inisiatif ini merupakan implementasi langsung dari POJK Nomor 45/POJK.03/2015 yang mengatur standardisasi pemberian insentif di sektor perbankan nasional.
Pemanfaatan saham sebagai instrumen remunerasi diharapkan mampu menyelaraskan kepentingan jangka panjang karyawan dengan kinerja berkelanjutan perseroan. Melalui mekanisme ini, para pemangku kepentingan internal didorong untuk menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai pada periode sebelumnya.
Proyeksi Likuiditas dan Agenda RUPST April 2026
Manajemen menjamin bahwa pengalokasian dana untuk buyback ini tidak akan mengganggu stabilitas operasional maupun kecukupan modal. Dengan posisi kas yang tebal pasca-perolehan laba signifikan, perseroan menilai transaksi ini memiliki dampak minimal terhadap arus kas perusahaan secara keseluruhan.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, NISP akan membawa agenda ini ke dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 9 April 2026. Persetujuan dari para pemegang saham menjadi syarat mutlak sebelum emiten memulai periode pembelian kembali saham yang direncanakan berlangsung selama 12 bulan.
Integrasi antara pencapaian laba dan skema buyback ini menunjukkan upaya bank dalam menjaga keseimbangan antara apresiasi terhadap sumber daya manusia dan transparansi terhadap publik. Investor kini menantikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah lembar saham yang akan diserap kembali pasca-rapat umum mendatang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









