JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali mencatatkan kinerja positif dengan penguatan harga sahamnya. Kenaikan ini semakin diperkuat oleh berbagai faktor positif, mulai dari rekomendasi beli dari analis, aksi beli investor asing, hingga pembagian dividen interim yang menarik.
Investor legendaris, Lo Kheng Hong, sebelumnya telah memberikan pujian terhadap BCA dengan menyebutnya sebagai “wonderful company”. Pandangan positif ini kembali menjadi sorotan setelah saham BCA kembali menguat dalam beberapa hari terakhir.
Dividen Menggiurkan Tambah Daya Tarik
Salah satu faktor yang semakin meningkatkan daya tarik investasi di saham BCA adalah rencana pembagian dividen interim sebesar Rp 50 per saham. Pembagian dividen ini tentu menjadi kabar baik bagi para pemegang saham, mengingat kinerja keuangan BCA yang solid.
Rekomendasi Positif dari Analis
Selain dividen yang menarik, rekomendasi beli dari sejumlah analis juga turut mendorong penguatan harga saham BCA. Mandiri Sekuritas, misalnya, merekomendasikan untuk membeli saham BCA dengan target harga Rp 10.900 dan stop loss di level Rp 9.700.
Aksi Beli Investor Asing dan Domestik
Aktivitas pembelian saham BCA oleh investor asing dan domestik juga cukup tinggi. Hal ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap saham emiten perbankan terbesar di Indonesia ini.
Mengapa Lo Kheng Hong Memilih BCA?
Lo Kheng Hong, dalam seminar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2023, mengungkapkan alasannya menyebut BCA sebagai “wonderful company”. Menurutnya, dalam kurun waktu 23 tahun, saham BCA telah memberikan capital gain sebesar 26.000%. Hal ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dan konsisten.
Faktor Pendukung Kinerja BCA
Beberapa faktor yang mendukung kinerja positif BCA antara lain:
- Fundamental perusahaan yang kuat: BCA memiliki kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan yang berkelanjutan.
- Prospek industri perbankan yang cerah: Sektor perbankan di Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar.
- Manajemen yang baik: Manajemen BCA dinilai mampu menjalankan bisnis dengan baik dan efektif.
Apa Artinya Bagi Investor Ritel?
Penguatan saham BCA dan berbagai sentimen positif yang menyertainya tentu menjadi kabar baik bagi para investor. Namun, investor ritel perlu tetap berhati-hati dan melakukan analisis sendiri sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Tujuan investasi: Sesuaikan investasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda.
- Analisis fundamental: Pelajari laporan keuangan BCA dan bandingkan dengan emiten sejenis.
- Konsultasi dengan ahli: Jika Anda masih ragu, konsultasikan dengan financial advisor.
Kesimpulan
Saham BCA terus menunjukkan kinerja yang positif, didukung oleh berbagai faktor fundamental yang kuat, rekomendasi positif dari analis, dan aksi beli investor. Pandangan positif Lo Kheng Hong terhadap BCA sebagai “wonderful company” semakin memperkuat kepercayaan investor terhadap emiten ini. Namun, investor tetap perlu melakukan analisis yang cermat sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












