Geser Kebawah
BisnisHeadlinePerdagangan & Industri

MBMA Bangun Pabrik HPAL, Dorong Industri Baterai Global

216
×

MBMA Bangun Pabrik HPAL, Dorong Industri Baterai Global

Sebarkan artikel ini
MBMA Bangun Pabrik HPAL, Dorong Industri Baterai Global
Merdeka Battery luncurkan pabrik HPAL 90.000 ton senilai US$1,8 miliar untuk maksimalkan nilai nikel, dukung industri baterai global.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan penandatanganan perjanjian definitif dengan mitra strategis untuk pembangunan pabrik pengolahan High-Pressure Acid Leach (HPAL) dengan kapasitas terpasang 90.000 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun.

Proyek ini merupakan inisiatif strategis MBMA untuk memaksimalkan nilai sumber daya nikel yang berlimpah di Indonesia dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi tahunan MHP perusahaan lebih dari dua kali lipat.

Sponsor
Iklan

Rencana dan Strategi Proyek HPAL SLNC

Pembangunan dan Operasional di IMIP

Proyek pabrik HPAL ini akan dibangun dan dioperasikan oleh PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) yang berlokasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Menurut Presiden Direktur Merdeka Battery Materials, Teddy Oetomo, proyek HPAL SLNC merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dalam mengolah bijih nikel laterit.

“HPAL SLNC adalah inisiatif strategis MBMA untuk memaksimalkan nilai sumber daya nikel kami yang berlimpah,” ujarnya dalam siaran tertulis yang diterima Kontan.co.id, Senin (24/2/2025).

Investasi dan Jadwal Proyek

Konstruksi proyek HPAL SLNC telah dimulai sejak Januari 2025, dengan target commissioning dalam waktu 18 bulan. Total investasi gabungan untuk pembangunan pabrik ini diperkirakan mencapai sekitar US$1,8 miliar. Investasi tersebut akan dilakukan melalui afiliasi MBMA, PT Merdeka Energi Baru (MEB), yang memiliki 50,1% saham di SLNC.

Dana pendukung proyek telah berhasil diperoleh melalui perjanjian pinjaman dengan sejumlah bank, antara lain Bangkok Bank Public Limited Company, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Rangkaian Proyek Pendukung dan Kemitraan Strategis

Integrasi dengan SCM dan Feed Preparation Plant

Untuk mendukung kelancaran operasional pabrik HPAL SLNC, SLNC akan memperoleh dan mengolah bijih nikel laterit melalui perjanjian komersial dengan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), anak perusahaan MBMA.

SCM dikenal sebagai salah satu sumber daya nikel terbesar di dunia, dengan kandungan sekitar 13,8 juta ton nikel dan 1 juta ton kobalt.

MBMA juga akan membangun pabrik persiapan bijih atau Feed Preparation Plant (FPP) di tambang SCM guna mendukung pengangkutan bijih melalui pipa ke pabrik pengolahan di IMIP. Sinergi ini diharapkan dapat mengoptimalkan rantai pasok global untuk industri baterai.

Proyek HPAL Lainnya dan Kolaborasi Regional

Sebelumnya, MBMA telah bermitra dengan GEM Co., Ltd. untuk mengembangkan dua pabrik HPAL lain di kawasan IMIP dengan total kapasitas 55.000 ton MHP per tahun.

Pabrik HPAL pertama yang dioperasikan oleh PT ESG New Energy Material (ESG) memiliki kapasitas 30.000 ton MHP per tahun, sedangkan pabrik kedua yang dioperasikan oleh PT Meiming New Energy Material mencapai 25.000 ton MHP per tahun.