Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

MTEL Setor Dividen Rp2,06 Triliun, Imbal Hasil Menarik Investor

105
×

MTEL Setor Dividen Rp2,06 Triliun, Imbal Hasil Menarik Investor

Sebarkan artikel ini
MTEL Setor Dividen Rp2,06 Triliun, Imbal Hasil Menarik Investor
Mitratel bagikan dividen Rp2,06 triliun dari laba 2024. Investor dapat imbal hasil tinggi dengan jadwal pembagian 2 Juli 2025.

Mitratel Tawarkan Dividend Yield Kompetitif Lewat Pembagian Laba Maksimal

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menunjukkan komitmen maksimal kepada investornya dengan menyetujui distribusi dividen hampir penuh dari laba bersih tahun buku 2024.

Langkah ini memberikan sinyal kuat mengenai arus kas yang sehat serta proyeksi bisnis menara yang masih ekspansif dalam jangka panjang.

Sponsor
Iklan

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 28 Mei 2025, Mitratel menetapkan total dividen sebesar Rp2,06 triliun, yang terdiri atas:

  • Rp1,4 triliun dividen tunai reguler atau Rp18 per saham (DPR 70%)
  • Rp590 miliar dividen spesial atau Rp7,2 per saham (DPR 28%)

Total dividend payout ratio MTEL tahun ini mencapai 98% dari laba bersih perusahaan senilai Rp2,1 triliun. Hanya 2% atau Rp42,1 miliar yang ditahan sebagai cadangan wajib.

Baca Juga: Ray Dalio Mundur dari Danantara! Investasi Strategis Berpindah ke China

Jadwal Pembagian Dividen MTEL 2025

Investor yang ingin memperoleh dividen dari saham MTEL harus mencatatkan kepemilikan sebelum tanggal recording date yaitu 13 Juni 2025. Pembayaran dividen akan dilakukan sekaligus pada 2 Juli 2025, mencakup dividen tunai dan dividen spesial.

“Ini bentuk apresiasi kami kepada pemegang saham atas kepercayaan terhadap fundamental dan strategi jangka panjang perusahaan,” ujar Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko.

Fundamental Kuat Dorong Imbal Hasil Tinggi

Dengan jumlah saham beredar sebanyak 81,5 miliar lembar, total dividen per saham mencapai Rp25,2, menjadikan MTEL sebagai salah satu emiten dengan potensi dividend yield tertinggi di sektor infrastruktur telekomunikasi.

Berdasarkan harga saham MTEL per akhir Mei 2025, imbal hasil dividen diperkirakan berada pada kisaran 5,8% hingga 6,3%, bergantung pada fluktuasi pasar menjelang tanggal cum dividen.

Pertumbuhan kinerja Mitratel sepanjang 2024 didorong oleh:

  • Peningkatan penyewaan tower dan kolokasi
  • Aksi inorganik seperti akuisisi aset menara baru

Langkah-langkah ini meningkatkan pendapatan dan margin laba, menciptakan arus kas yang cukup kuat untuk mendukung kebijakan dividen besar tanpa mengorbankan ekspansi.

Restrukturisasi Komisaris Dorong Profesionalisme

Selain pembagian dividen, RUPST juga melakukan penyegaran dalam jajaran dewan komisaris:

  • Fadli Tri Hartono ditunjuk sebagai Komisaris Utama menggantikan Yusuf Wibisono
  • Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri Kependudukan, menggantikan Herlan Wijanarko
  • Faisal Amir Masduki menggantikan M. Ridwan Rizqy

Perubahan ini memberi sinyal ke pasar mengenai pentingnya peran strategis pemerintah dan sinergi kelembagaan dalam pengembangan infrastruktur digital nasional.

Direktur Aset Baru, Fokus Kelola Ekspansi

Di tingkat direksi, Theodorus Ardi Hartoko dipertahankan sebagai Direktur Utama. Sementara itu, RUPST menambah satu jabatan baru, Direktur Pengelolaan Aset, yang diisi oleh Fandi Wijaya.

Penambahan ini mencerminkan kebutuhan struktur manajemen yang lebih fokus dalam mengoptimalkan utilisasi aset menara dan skema monetisasi jangka panjang.

Jajaran direksi lainnya tetap:

  • Hendra Purnama – Direktur Investasi
  • Ian Sigit Kurniawan – Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
  • Agus Winarno – Direktur Bisnis
  • Hastining Bagyo A. – Direktur Operasi dan Pembangunan

Dengan strategi dividen tinggi, restrukturisasi organisasi, serta penguatan fondasi bisnis menara berbasis aset dan sewa berulang, MTEL tampil sebagai emiten yang tidak hanya defensif dalam arus kas, tetapi juga ofensif dalam ekspansi infrastruktur.

Investor jangka panjang akan memperhatikan dividen besar ini sebagai katalis positif terhadap valuasi saham.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.