Geser Kebawah
KeuanganMultifinance

Multifinance Melemah, Adira Andalkan Inovasi Digital

119
×

Multifinance Melemah, Adira Andalkan Inovasi Digital

Sebarkan artikel ini
Multifinance Melemah, Adira Andalkan Inovasi Digital
Pertumbuhan pembiayaan multifinance melambat. Adira Finance siapkan strategi baru hadapi naiknya risiko kredit dan turunnya daya beli.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Industri pembiayaan kembali menghadapi fase moderasi setelah mencatat tren pertumbuhan melambat dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan pembiayaan yang sebelumnya sempat mencapai dua digit pada 2022, kini terus menyusut hingga di bawah 6% per Februari 2025.

Sponsor
Iklan

Perlambatan ini menjadi sinyal penting bagi pelaku industri, mengingat sektor multifinance berperan strategis dalam mendukung konsumsi masyarakat dan pembiayaan sektor riil.

Pada 2022, pertumbuhan pembiayaan tercatat 13,48% YoY, lalu melandai ke 13,23% pada 2023, turun lagi ke 6,92% di sepanjang 2024, dan hanya 5,94% pada awal 2025.

Baca Juga: Adira Finance Targetkan Tumbuh 25% Pembiayaan Dana Tunai

NPF Terus Naik, Risiko Kredit Jadi Sorotan

Sinyal pelemahan juga tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) gross. Angka ini terus merangkak naik dari 2,32% di 2022 menjadi 2,44% pada 2023, lalu 2,70% di akhir 2024, dan mencapai 2,87% pada Februari 2025.

Kondisi ini menandakan tekanan risiko kredit yang semakin besar di tengah ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian global dan domestik.

Baca Juga: Adira Finance Pacu Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan 15% di 2025

Adira Lakukan Penyesuaian Strategis

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance/ADMF) tak luput dari imbas perlambatan ini. Piutang pembiayaan Adira memang sempat melonjak dari Rp 44,6 triliun pada 2022 menjadi Rp 55,7 triliun di 2023, namun stagnan di angka Rp 56 triliun sepanjang 2024.

Sartika Lubis, Head of Investor Relation & Research Adira Finance, menjelaskan bahwa turunnya daya beli masyarakat dan meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi faktor utama yang membebani kinerja industri.

Menurutnya, perusahaan pembiayaan kini harus ekstra selektif dalam menyalurkan dana, dengan tetap menjaga kualitas aset agar tidak terdampak lonjakan NPF.

Fokus Digitalisasi & Diversifikasi Produk

Menghadapi tantangan ini, Adira mengedepankan pendekatan adaptif. Langkah strategis dilakukan melalui perluasan distribusi ke wilayah potensial di luar Jawa, diversifikasi pembiayaan di sektor non-otomotif seperti multiguna dan alat berat, serta kolaborasi sinergis antar entitas dalam grup usaha.

Baca Juga: Mandala Finance Akan Delisting Usai Merger dengan Adira

Sartika juga menegaskan bahwa digitalisasi kini menjadi pilar penting perusahaan. Penguatan teknologi dilakukan tidak hanya untuk efisiensi internal, tetapi juga untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih optimal dalam ekosistem digital Adira.

Dengan pendekatan ini, Adira berharap bisa mempertahankan daya saing sambil menjaga stabilitas bisnis dalam lanskap industri yang makin menantang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru