Geser Kebawah
KomoditasPasar

Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.401, BI Siapkan Intervensi

35
×

Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.401, BI Siapkan Intervensi

Sebarkan artikel ini
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.401, BI Siapkan Intervensi
Nilai Tukar Rupiah terseret ke Rp17.401/USD akibat krisis Timur Tengah. BI kerahkan 3 instrumen pasar. Cek ketahanan devisa kita sebelum borong dolar!

Manuver Darurat Bank Indonesia Melawan Tekanan Dolar AS

JAKARTA, BursaNusantara.com – Kepanikan di pasar valuta asing memuncak ketika mata uang nasional gagal mempertahankan level krusialnya pada awal sesi perdagangan.

Dinamika Nilai Tukar Rupiah kini semakin rentan tertekan oleh kondisi geopolitik global yang dinamis.

Berdasarkan data perdagangan Selasa (5/5/2026), mata uang Garuda dibuka terperosok pada level Rp17.401 per dolar Amerika Serikat.

Tren Depresiasi Global atau Kegagalan Fundamental?

Pelemahan nilai tukar domestik pada pagi ini mencerminkan koreksi sebesar 0,04 persen.

Angka tersebut merosot dari posisi penutupan hari sebelumnya yang masih tertahan di level Rp17.394 per dolar AS.

Para analis pasar uang telah mengantisipasi bahwa pergerakan kurs memang akan berfluktuasi secara liar.

Tekanan volatilitas ini diperkirakan akan terus mendominasi rentang transaksi antara Rp17.390 hingga Rp17.440.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI, Erwin Gunawan Hutapea, memberikan perspektif sistemik terkait fenomena tekanan valas ini.

Pelemahan yang berlanjut sejak awal konflik Timur Tengah diklaim tetap sejalan dengan tren kejatuhan mayoritas mata uang negara berkembang.

Data komparatif bank sentral menunjukkan depresiasi peso Filipina menjadi yang paling parah dengan angka pelemahan mencapai 6,58 persen.

Mata uang baht Thailand membuntuti dengan tingkat kejatuhan ekstrem menyentuh 5,04 persen.

Rupee India turut terhantam tajam hingga mencatatkan angka koreksi sebesar 4,32 persen.

Kondisi likuiditas di kawasan Amerika Latin ikut terpukul dengan peso Chile yang anjlok sebesar 4,24 persen.

Mata uang Indonesia sendiri tercatat hanya mengalami tingkat depresiasi sebesar 3,65 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, won Korea menunjukkan daya tahan paling solid di kawasan Asia dengan tingkat pelemahan terbatas sebesar 2,29 persen.

Posisi depresiasi rupiah yang nyatanya masih lebih tangguh dibandingkan mata uang utama Filipina dan Thailand ini memberikan ruang krusial bagi otoritas moneter. Ketahanan relatif ini memungkinkan Bank Indonesia mengeksekusi langkah stabilisasi yang presisi tanpa harus memicu kepanikan penarikan modal (capital flight) yang lebih besar.

Tiga Lapis Intervensi Pertahanan Otoritas Moneter

Bank Indonesia secara tegas menetapkan status bersiaga di pasar untuk memastikan mekanisme valuta asing tetap beroperasi secara optimal.

Langkah taktis ini dikerahkan murni untuk menjaga stabilitas nilai mata uang agar selalu selaras dengan nilai fundamental ekonominya.

Otoritas moneter bersiap mengoptimalkan penggunaan instrumen moneter secara serentak baik di pasar domestik maupun luar negeri.

Tembok pertahanan pertama dibangun melalui optimasi intervensi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) langsung di pasar offshore.

Lapis perlindungan kedua dieksekusi lewat injeksi likuiditas pada transaksi spot serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) secara paralel di bursa dalam negeri.

Langkah pamungkas stabilisasi disiapkan melalui skema masif pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder.

Erwin memastikan bahwa seluruh langkah penyerapan tekanan global tersebut akan dieksekusi secara konsisten dan terukur.

Komitmen penuh bank sentral untuk terus hadir menyuntikkan likuiditas di pasar menjadi bantalan mutlak demi melindungi stabilitas ekonomi nasional.

Efektivitas dari tiga lapis instrumen intervensi ini akan menjadi penentu apakah sentimen terhadap Nilai Tukar Rupiah sanggup pulih sebelum tekanan dolar AS kembali merajalela menjelang akhir pekan.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan