TOKYO – Pasar saham Asia Pasifik mengawali perdagangan hari ini dengan nada positif, mengikuti jejak Wall Street yang berhasil mencetak rekor baru pada sesi sebelumnya. Sentimen investor terdongkrak oleh kinerja positif indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite di Amerika Serikat.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,69%, menunjukkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi regional. Di Jepang, Nikkei 225 dan Topix juga mengalami penguatan masing-masing sebesar 1,1% dan 0,89%. Sementara itu, di Korea Selatan, Kospi dan Kosdaq naik 1,11% dan 1,39%.
Kenaikan inflasi di Korea Selatan pada November 2024 sebesar 1,5% (year-on-year) turut memberikan sentimen positif bagi pasar saham. Meskipun lebih tinggi dari bulan sebelumnya, angka inflasi ini masih berada di bawah ekspektasi para ekonom.
Fokus pada Data Ekonomi AS dan Kebijakan The Fed
Para pelaku pasar saat ini tengah menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama laporan penggajian non-farm payroll pada bulan November. Data ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi pasar tenaga kerja AS dan dapat mempengaruhi keputusan The Federal Reserve terkait kebijakan suku bunga.
The Fed diperkirakan akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada pertengahan Desember. Pasar saat ini memproyeksikan peluang penurunan suku bunga sebesar 76%.
Wall Street Cetak Rekor Baru
Pada sesi perdagangan sebelumnya, Wall Street berhasil mencetak rekor baru. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup pada level tertinggi sepanjang masa, didorong oleh optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global. Meskipun demikian, Dow Jones Industrial Average mengalami sedikit penurunan.
Outlook
Pergerakan pasar saham Asia Pasifik ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan sejumlah faktor, termasuk data ekonomi global, kebijakan moneter bank sentral, dan sentimen investor. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan melakukan analisis yang mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.












