Pasar Asia Pasifik Melemah: Pengaruh Data Ekonomi Jepang
TOKYO, BursaNusantara.com – Pasar saham Asia Pasifik memulai hari dengan tren negatif pada Jumat (10/1/2025), setelah rilis data ekonomi terbaru dari Jepang. Data tersebut memicu kekhawatiran investor mengenai stabilitas ekonomi di kawasan.
Rilis Data Ekonomi Jepang: Pengeluaran Rumah Tangga Menurun
Pengeluaran rumah tangga riil di Jepang pada November 2024 tercatat turun sebesar 0,4% secara tahunan (YoY). Angka ini lebih baik dibandingkan prediksi jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan 0,6%, namun tetap menunjukkan pelemahan ekonomi domestik Jepang. Sebelumnya, pada Oktober 2024, penurunan lebih besar sebesar 1,3% telah tercatat.
Pendapatan riil rata-rata per rumah tangga di Jepang pada bulan tersebut mencapai 514.409 yen (setara dengan USD 3.252,98), meningkat 0,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, pertumbuhan ini tidak cukup untuk membalikkan kekhawatiran atas lemahnya daya beli masyarakat Jepang.
Bursa Saham Asia Menanggapi Data Jepang
Dampak dari data ekonomi Jepang terlihat jelas pada bursa saham di kawasan Asia Pasifik:
- Nikkei 225 turun 0,64% pada pembukaan perdagangan, sedangkan indeks Topix mengalami penurunan yang lebih kecil sebesar 0,34%.
- Kospi Korea Selatan kehilangan kenaikan awalnya dan turun 0,59%, sementara Kosdaq mencatat penurunan lebih tajam sebesar 0,8%.
- Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,39% setelah sempat berada di zona hijau di awal sesi.
Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Index (HSI) Hong Kong menunjukkan pembukaan yang sedikit lebih kuat di level 19.320, dibandingkan penutupan sebelumnya di 19.240,89.
Konteks Global: Data Tenaga Kerja AS Jadi Fokus Berikutnya
Semalam, pasar saham Amerika Serikat (AS) tutup untuk menghormati pemakaman mantan Presiden Jimmy Carter. Namun, perhatian global kini beralih ke data tenaga kerja AS yang dijadwalkan rilis pada Jumat.
Para ekonom memperkirakan laporan penggajian nonpertanian (Non-Farm Payroll/NFP) dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan menunjukkan kenaikan sebanyak 155.000 pekerjaan untuk Desember 2024. Angka ini lebih rendah dibandingkan lonjakan 227.000 pada bulan sebelumnya, tetapi sesuai dengan rata-rata empat bulan terakhir.
Tingkat pengangguran di AS diperkirakan tetap stabil di level 4,2%.
Efek Domino di Pasar Asia
Kondisi global, ditambah data ekonomi Jepang yang lesu, menciptakan tekanan tambahan pada pasar Asia Pasifik. Banyak investor kini bersikap hati-hati, menanti data lebih lanjut untuk menentukan langkah investasi mereka.
Dengan ketidakpastian ini, perhatian pasar kemungkinan akan beralih ke kebijakan ekonomi masing-masing negara di kawasan, terutama yang berkaitan dengan langkah-langkah untuk menjaga daya beli dan mendukung pertumbuhan.
Kinerja pasar Asia Pasifik pada hari ini menyoroti pentingnya pengaruh data ekonomi Jepang dan perkembangan global lainnya. Para pelaku pasar kini tengah bersiap menghadapi data tenaga kerja dari AS, yang diperkirakan akan memberikan sinyal lebih jelas tentang arah ekonomi global di tahun 2025.












