Geser Kebawah
AsuransiKeuangan

PERUJI dan Prodia perkuat kompetensi underwriter jiwa

138
×

PERUJI dan Prodia perkuat kompetensi underwriter jiwa

Sebarkan artikel ini
PERUJI dan Prodia perkuat kompetensi underwriter jiwa
PERUJI kolaborasi dengan Prodia gelar workshop tingkatkan pemahaman medis underwriter asuransi jiwa, fokus pada analisis data kardiovaskular.

Fokus workshop PERUJI dan Prodia tingkatkan skill underwriter

JAKARTA, BursaNusantara.com – Perkumpulan Underwriter Jiwa Indonesia (PERUJI) memperkuat peran strategis dalam industri asuransi jiwa lewat kolaborasi bersama Prodia dalam workshop bertajuk “Effective Testing, Monitoring Techniques for Cardiac, ECG, and Lab Reading Mastery”, digelar pada 23 April 2025.

Acara ini menjadi titik temu antara ilmu medis dan praktik underwriting yang semakin kompleks di era digital. Tak hanya sekadar memahami hasil tes medis, para peserta dibekali strategi interpretasi data klinis secara real-time, guna mendukung pengambilan keputusan yang akurat dan cepat.

Sponsor
Iklan

Data kardiovaskular jadi kunci seleksi risiko jiwa

Ketua Umum PERUJI, Dessy Kusumayati, menyatakan bahwa data medis seperti EKG (elektrokardiogram) dan hasil lab darah kini menjadi basis utama dalam seleksi risiko asuransi jiwa.

Underwriter tak lagi hanya mengandalkan tabel risiko dan asumsi statistik. Mereka dituntut untuk menguasai pengetahuan klinis agar bisa menilai risiko secara personal dan komprehensif.

Para pakar berbagi: dari EKG, biomarker, hingga lab

Pemahaman EKG yang aplikatif

dr. Eka Ginanjar, SpPD-KKV, dari RS Cipto Mangunkusumo, menyampaikan materi EKG dengan pendekatan interaktif.

Para peserta diajak menganalisis kasus nyata, membandingkan pola gelombang jantung, hingga mengenali tanda awal gangguan kardiovaskular seperti iskemia atau aritmia.

Biomarker TMAO jadi terobosan

Ardian Susanto, Business Innovation Prodia, menjelaskan biomarker baru bernama TMAO (Trimethylamine N-oxide) yang dihasilkan dari proses metabolisme makanan oleh mikroba usus.

TMAO kini menjadi indikator awal yang dihubungkan dengan risiko aterosklerosis dan gagal jantung, bahkan sebelum gejala klinis muncul.

Transformasi digital percepat keputusan underwriting

Sally dari tim Prodia Digital Solutions menyampaikan bahwa ekosistem digital laboratorium mereka telah terhubung secara langsung dengan sistem asuransi.

Underwriter bisa langsung mengakses hasil uji lab dalam waktu kurang dari 15 menit setelah pengambilan sampel. Hal ini meningkatkan efisiensi proses underwriting hingga 3 kali lipat dibandingkan prosedur konvensional.

Peran penting lab reading dan patologi klinik

Prof. Pusparini menegaskan bahwa membaca hasil lab tidak boleh dilakukan setengah-setengah.

Ia mencontohkan kasus di mana nilai GFR (glomerular filtration rate) sedikit menurun bisa berarti risiko gagal ginjal tahap awal — hal ini krusial dalam underwriting polis jiwa jangka panjang.

Latihan kasus langsung: belajar lewat simulasi

Peserta juga diajak melakukan simulasi kasus underwriting berbasis hasil medis nyata.

Mereka diminta menilai kelayakan polis jiwa seorang klien berusia 45 tahun dengan riwayat kolesterol tinggi dan tekanan darah borderline, serta hasil EKG yang menunjukkan inverted T wave.

Diskusi kasus ini membentuk pemahaman nyata bahwa setiap data klinis bisa mengubah hasil underwriting secara signifikan.

PERUJI dan Prodia resmi teken nota kerja sama

Kerja sama ini mencakup pelatihan berkala, akses preferensial ke layanan lab, serta penyusunan modul digital untuk edukasi mandiri underwriter.

Bagi PERUJI, ini menjadi langkah strategis menjadikan anggotanya unggul secara keilmuan dan praktik.

Susunan pengurus baru PERUJI periode 2025–2029

Dessy Kusumayati kembali dipercaya memimpin PERUJI bersama tim profesional dari berbagai perusahaan asuransi papan atas.

Jajaran pengurus ini diharapkan mampu menjalankan roadmap peningkatan kapasitas SDM underwriter secara nasional.

Visi masa depan: underwriter adaptif dan berbasis data

PERUJI menargetkan seluruh underwriter di Indonesia dapat bertransformasi menjadi profesional adaptif yang tidak hanya mengerti risiko secara aktuaria, tapi juga klinis.

Era digital dan integrasi data medis menuntut kemampuan lintas disiplin — dari membaca EKG, menganalisis biomarker, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memetakan risiko mortalitas.

Dengan kerja sama ini, PERUJI dan Prodia membuka jalan menuju sistem underwriting modern yang cepat, akurat, dan berbasis bukti ilmiah.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru