Geser Kebawah
BisnisEnergi

PLN EPI dan Kementan Sulap Lahan Tandus di Brebes Jadi Penggerak Energi dan Pangan

107
×

PLN EPI dan Kementan Sulap Lahan Tandus di Brebes Jadi Penggerak Energi dan Pangan

Sebarkan artikel ini
pln epi dan kementan sulap lahan tandus di brebes jadi penggerak energi dan pangan kompres
PLN EPI dan Kementan memulai program pertanian terpadu di Desa Kamal, Brebes, mengubah lahan tandus menjadi sumber energi dan pangan untuk kesejahteraan masyarakat.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Dalam sebuah inisiatif revolusioner, kedua lembaga ini meluncurkan program Sistem Pertanian Terpadu Tanaman Energi (SPT2E) di Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Program ini bertujuan mengubah lahan tandus menjadi kawasan produktif melalui penanaman tanaman energi dan pangan.

Sponsor
Iklan

Penanaman Perdana di Desa Kamal

Pada program perdana ini, PLN EPI bersama Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan menyerahkan berbagai bantuan kepada Gapoktan Harendong Tani dan Ketua Kelompok Tani Subur.

Bantuan tersebut meliputi 10.000 bibit tanaman energi seperti indigofera dan gamal, 200 kilogram benih jagung, 10 ton pupuk organik, serta 3 unit alat sarana produksi pertanian.

Vice President Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, Anita Puspita Sari, menjelaskan bahwa Desa Kamal dipilih setelah survei awal yang dilakukan sejak awal tahun. Penanaman ini mencakup area seluas 10 hektar, yang terdiri atas tanaman pangan dan energi.

“Program ini menjadi langkah awal dari rencana penanaman di 50 lokasi di berbagai daerah. Kami harap program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani lokal,” ujar Anita.

Anita juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan BSIP Kementan, pemerintah daerah, dan kelompok tani setempat. Ia optimis program ini dapat dikembangkan lebih luas, bahkan diterapkan secara mandiri dengan bimbingan dari pemerintah desa.

Manfaat Ekonomi dan Ketahanan Energi

Dalam sambutannya, Anita menjelaskan bahwa tanaman energi seperti indigofera dan gamal memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain menghasilkan biomassa untuk kebutuhan energi hijau, daunnya juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

“Kami ingin mendukung peningkatan ekonomi petani lokal. Tanaman energi memberikan nilai tambah yang signifikan, sehingga petani bisa mendapatkan manfaat ganda dari lahan mereka,” jelas Anita.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Ir. Muhammad Furqan, turut menyampaikan apresiasi atas program ini. Menurutnya, Desa Kamal memiliki potensi besar untuk pengembangan biomassa, seperti jagung yang dapat dimanfaatkan baik untuk pangan maupun energi.

“Tanaman seperti gamal dan indigofera memiliki manfaat ganda. Batang kayunya dapat dijual ke PLN sebagai bahan bakar biomassa, sementara daunnya bermanfaat untuk pakan ternak. Ini menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung transisi energi hijau,” ujar Furqan.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Program ini diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Brebes, yang saat ini mencapai sekitar 15 persen. Dengan Desa Kamal sebagai percontohan, pemerintah berharap dapat mereplikasi keberhasilan ini ke wilayah lain.

Pelaksana Harian BSIP Kementan, Haris Syahbuddin, menambahkan bahwa konsep pertanian terpadu memungkinkan masyarakat memanfaatkan lahan kritis menjadi produktif. Hal ini mendukung keberlanjutan pasokan biomassa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Masa Depan Program SPT2E

Program SPT2E dijadwalkan berlangsung sepanjang Januari hingga Februari, memanfaatkan musim hujan agar tanaman dapat tumbuh optimal. PLN EPI berkomitmen untuk mengawal keberlanjutan program ini dan memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat sekitar.

“Kami berharap sinergi antara PLN EPI, Kementerian Pertanian, dan masyarakat setempat dapat menjadi model yang bisa diikuti oleh daerah lain. Semoga inisiatif ini menjadi berkah dan dapat di-upscale ke lokasi lainnya,” tutup Anita.

Program ini tidak hanya menjadi langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan dan energi, tetapi juga menciptakan model ekonomi berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Dengan inovasi ini, Desa Kamal diharapkan menjadi pionir dalam transformasi lahan tandus menjadi kawasan produktif di Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru