Geser Kebawah
BisnisHeadlineOtomotif

PLN Klaim Biaya Hidrogen Lebih Murah dari BBM dan Listrik

188
×

PLN Klaim Biaya Hidrogen Lebih Murah dari BBM dan Listrik

Sebarkan artikel ini
PLN Klaim Biaya Hidrogen Lebih Murah dari BBM dan Listrik
PLN mengungkap biaya bahan bakar hidrogen lebih murah dibandingkan BBM dan listrik. Ini karena hidrogen berasal dari excess supply pembangkit PLN.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa biaya bahan bakar kendaraan berbasis hidrogen lebih murah dibanding kendaraan berbasis BBM maupun listrik.

Pernyataan ini disampaikan dalam gelaran Global Hydrogen Summit 2025 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 15 April 2025.

Sponsor
Iklan

Hidrogen Dinilai Lebih Efisien dari BBM dan Listrik

Darmawan membandingkan biaya operasional kendaraan Inova berbahan bakar BBM dengan kendaraan listrik dan hidrogen.

Baca Juga: PGEO Gandeng Sinopec, Potensi Naik Saham NEV Terbuka

Menurutnya, kendaraan berbahan bakar bensin menghabiskan sekitar Rp 1.300 per kilometer.

Sementara itu, kendaraan listrik yang diisi daya dari rumah (home charging) hanya membutuhkan Rp 300 per kilometer.

Jika menggunakan SPKLU, biaya meningkat menjadi Rp 550 per kilometer.

Namun, hidrogen dari PLN hanya memerlukan Rp 550 per kilometer.

Baca Juga: Izin Impor BBM Di Revisi Menteri ESDM, Ekspor Minyak Dilarang

“Hidrogen ini dari kelebihan pasokan PLN. Jadi setengah gratis. Lebih murah dari bensin,” kata Darmawan.

Hidrogen dari Excess Supply Tanpa Tambahan Investasi

PLN menyebutkan bahwa sumber hidrogen yang digunakan berasal dari excess supply atau kelebihan produksi di sejumlah pembangkit.

Beberapa pembangkit tersebut antara lain PLTP, PLTGU, dan PLTS.

Hidrogen yang awalnya digunakan sebagai pendingin di mesin pembangkit ternyata masih menyisakan pasokan yang besar.

Baca Juga: Tarif Listrik Triwulan II 2025 Tetap: Pemerintah Pertahankan Kestabilan Ekonomi

“Produksi kita sekitar 200 ton, sementara yang dipakai hanya 75 ton. Sisanya 128 ton jadi excess supply,” ungkap Darmawan.

Kondisi ini memungkinkan PLN memanfaatkan hidrogen tanpa perlu menambah investasi atau belanja modal baru.

Sehingga, biaya operasional kendaraan hidrogen bisa ditekan secara signifikan.

Baca Juga: Pemulihan Daya Beli Masyarakat: Agenda Prioritas Pemerintah di 2025

Hydrogen Refueling Station Pertama di Indonesia

Sebagai upaya mendukung ekosistem kendaraan hidrogen, PLN telah membangun Hydrogen Refueling Station (HRS) di kawasan Senayan, Jakarta.

Fasilitas ini merupakan HRS pertama yang hadir di Indonesia dan mulai dioperasikan sejak Februari 2024.

Kehadiran HRS menjadi salah satu bentuk kesiapan infrastruktur dalam menyambut era kendaraan hidrogen di Tanah Air.

Baca Juga: Diskon Listrik 50% Usai, Cek Tarif Resmi PLN Maret 2025

Dengan dukungan pasokan hidrogen dari excess supply dan infrastruktur yang mulai dibangun, PLN optimistis dapat mendorong transisi energi ke arah yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Langkah ini juga sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi rendah karbon global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru