Ujian Berat Level 7.150 Saat Modal Asing Keluar Masif
JAKARTA, BursaNusantara.com – Euforia kenaikan indeks komposit pada penutupan sesi sebelumnya rupanya menyimpan bom waktu berupa aksi pelepasan aset oleh investor institusi asing.
Prediksi IHSG Hari Ini, Kamis (7/5/2026), memperlihatkan indeks memiliki probabilitas untuk kembali menguat meski dibayangi kerawanan koreksi teknikal.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebelumnya memang berhasil ditutup naik secara meyakinkan sebesar 0,5 persen.
Penguatan persentase tersebut membawa level penutupan indeks bertengger mantap di angka 7.092,47.
Ironisnya, apresiasi harga ini justru dimanfaatkan oleh pemodal luar negeri untuk merealisasikan penjualan bersih (net sell).
Total nilai modal asing yang keluar dari bursa domestik pada sesi lalu tercatat mencapai Rp484 miliar.
Mengukur Kekuatan Domestik Menahan Net Sell Raksasa
Aksi buang barang oleh investor asing ini terpusat pada sejumlah saham perbankan dan emiten energi berkapitalisasi raksasa.
Deretan saham berkapitalisasi pasar besar yang paling banyak dilepas asing meliputi BMRI, BRPT, BBCA, CUAN, dan TPIA.
Keluarnya modal asing dari deretan saham penggerak indeks ini mengindikasikan bahwa reli IHSG sepenuhnya bertumpu pada agresivitas akumulasi pemodal domestik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan indeks akan berusaha melakukan pengujian untuk menembus level resistance.
Dinding penahan atas tersebut saat ini membentang secara teknikal di level 7.100.
Batas resistensi pamungkas dari upaya penembusan krusial ini berada di titik 7.150.
Fanny memberikan peringatan tegas jika indeks pada akhirnya gagal menembus area resistensi tersebut.
Kegagalan penembusan teknikal ini berpotensi besar menyeret pasar kembali masuk ke dalam jurang koreksi.
Level support pertama yang perlu diantisipasi jika terjadi penurunan berada di rentang 6.950.
Titik tumpuan psikologis terdekat untuk menahan laju penurunan ini berada di angka 7.000.
Skenario terburuk memperkirakan indeks bisa tergelincir lebih dalam menuju rentang 6.850.
Taktik Spec Buy BNI Sekuritas: Waspada Level Cutloss
Tekanan jual asing yang masih membayangi pasar menuntut pemodal ritel untuk menerapkan kedisiplinan pembatasan risiko tingkat tinggi.
BNI Sekuritas merilis enam saham pilihan yang mayoritas didominasi oleh rekomendasi pembelian spekulatif (spec buy).
Saham ELSA menjadi salah satu pilihan dengan area masuk yang disarankan di rentang Rp750 hingga Rp765.
Pemodal wajib melakukan potong rugi (cutloss) jika harga ELSA tergelincir ke bawah level Rp740.
Target keuntungan terdekat untuk saham energi ini dipatok pada kisaran Rp780 hingga Rp800.
Saham MINA turut direkomendasikan masuk dengan area akumulasi antara Rp384 hingga Rp390.
Target penguatan MINA berada di level Rp398 hingga Rp408 dengan batas pengamanan wajib di bawah Rp380.
Emiten EMAS memiliki rekomendasi berbeda yakni buy if break apabila harga mampu menembus kuat level Rp8.850.
Proyeksi kenaikan harga EMAS ditargetkan menyentuh area Rp9.000 hingga Rp9.175.
Aksi penghentian kerugian EMAS harus segera dieksekusi oleh pemegang saham jika harga turun di bawah angka Rp8.500.
Pembelian spekulatif untuk saham VKTR dapat dilakukan pada zona harga Rp945 hingga Rp960.
Batas cutloss VKTR ditetapkan secara presisi dan tegas di bawah level Rp940.
Keuntungan jangka pendek VKTR diharapkan dapat segera tercapai di kisaran Rp980 hingga Rp1.000.
Emiten DEWA dapat mulai diakumulasi dalam rentang harga Rp505 hingga Rp520.
Pemegang saham DEWA harus berani merealisasikan kerugian jika harga jatuh melewai batas bawah Rp500.
Target apresiasi nilai saham DEWA diproyeksikan berada di rentang wajar Rp530 hingga Rp550.
Saham ADMR masuk ke dalam radar spec buy dengan zona masuk di area Rp1.845 hingga Rp1.880.
Batas bawah yang mewajibkan aksi cutloss ADMR secara otomatis berada persis di bawah Rp1.830.
Rentang target harga untuk merealisasikan profit saham ADMR terletak di angka Rp1.910 hingga Rp1.930.
Tingginya porsi rekomendasi berstatus spekulatif ini mengonfirmasi bahwa volatilitas pergerakan harga saham di luar lapisan cip biru (blue chip) masih sangat liar.
Pemodal diimbau untuk tidak menggunakan seluruh amunisi kas mereka sebelum indeks benar-benar terkonfirmasi sukses bertahan di atas level resistensi psikologis hari ini.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












