Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

Prospek dan Tantangan di Balik Premium IPO RATU

186
×

Prospek dan Tantangan di Balik Premium IPO RATU

Sebarkan artikel ini
prospek dan tantangan di balik premium ipo ratu kompres
Raharja Energi Cepu (RATU) siap melantai di bursa. Bagaimana prospek dan strategi pertumbuhan perusahaan ini? Simak analisis lengkapnya di sini.

JAKARTA, BursaNusantara.comRATU: Premium Valuation, Acquisition Is Key

Menjelang IPO Raharja Energi Cepu (RATU) pada Rabu (8/1), banyak perhatian tertuju pada prospek saham perusahaan ini, baik untuk peluang trading jangka pendek maupun investasi jangka panjang. Sebagai entitas yang memiliki keunggulan dalam sektor minyak dan gas (migas), RATU menghadirkan cerita menarik yang layak untuk diikuti.

Sponsor
Iklan

Kinerja 1H24: Konsolidasi Potensi Blok Cepu dan Jabung

RATU adalah perusahaan holding migas yang dimiliki oleh Happy Hapsoro. Anak usaha Rukun Raharja (RAJA) ini memiliki hak partisipasi sebesar 2,2423% di Blok Cepu melalui asosiasi dengan kepemilikan 49% pada PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC). Selain itu, RATU juga memiliki 8% hak partisipasi di Blok Jabung melalui anak usaha PT Raharja Energi Tanjung Jabung (RETJ) yang dimiliki sepenuhnya (99%).

Meskipun terjadi penurunan produksi di Blok Cepu, kinerja Blok Jabung yang meningkat mampu menjaga pertumbuhan secara keseluruhan. Pada semester pertama 2024 (1H24), RATU mencatatkan pendapatan sebesar US$28 juta (+143% YoY) dengan laba bersih mencapai US$7,4 juta (+20,3% YoY). Kontribusi laba dari kedua blok menunjukkan dominasi Blok Jabung sebesar 58%, sementara Blok Cepu menyumbang 42%.

Valuasi Premium dan Strategi Akuisisi

Meski memiliki potensi pertumbuhan organik, valuasi IPO RATU yang mencapai 13,1x P/E 1H24 annualized terbilang jauh di atas rata-rata industri. Sebagai perbandingan, Medco Energi (MEDC) diperdagangkan pada 4,9x P/E 9M24 annualized, sementara Energi Mega Persada (ENRG) berada pada 5,5x P/E 9M24 annualized.

Dengan valuasi yang premium, strategi akuisisi menjadi kunci utama bagi RATU. Perusahaan ini tidak hanya perlu meningkatkan hak partisipasi di blok-blok existing, tetapi juga mencari peluang di blok-blok baru dengan valuasi yang menarik. Kesuksesan dalam mengakuisisi aset berkualitas akan memberikan justifikasi atas premium valuation yang disematkan pada RATU.

Akuisisi Blok Jabung: Bukti Strategi Efektif

Pada akhir 2023, RATU mengakuisisi 8% hak partisipasi di Blok Jabung dengan nilai US$26,5 juta. Valuasi ini mengimplikasikan biaya akuisisi sebesar US$1,3 juta per MMBOE, yang jauh lebih murah dibandingkan transaksi serupa di sektor ini. Sebagai contoh:

  • MEDC (2022): Akuisisi 54% Blok Corridor senilai US$10,6 juta per MMBOE
  • MEDC (2023): Akuisisi 20% Blok 48 dan 60 di Oman senilai US$11,4 juta per MMBOE
  • Hibiscus Petroleum (2024): Akuisisi 38% Blok B Maharajalela di Brunei dengan US$12 juta per MMBOE

Dengan rekam jejak seperti ini, strategi akuisisi RATU menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Rencana Akuisisi Baru: Langkah Ambisius

RATU sedang dalam tahap akhir pembicaraan untuk mengakuisisi blok migas baru dengan hak partisipasi yang lebih besar dibandingkan Blok Jabung. Jika kesepakatan ini tercapai dengan valuasi atraktif, dampak positif terhadap prospek pertumbuhan RATU akan semakin terasa.

Kemampuan keuangan RATU menjadi keunggulan lain dalam mendukung ekspansi ini. Dengan rasio net gearing rendah di level 0,15x pasca-IPO, perusahaan memiliki kapasitas yang kuat untuk melaksanakan strategi pertumbuhan anorganik.

Risiko Utama: Pisau Bermata Dua

Namun, strategi akuisisi juga memiliki risiko. Ketidakberhasilan dalam mendapatkan valuasi yang reasonable dapat menjadi ancaman serius, mengingat ekspektasi tinggi dari valuasi premium yang disematkan. Investor harus mempertimbangkan risiko ini sebelum mengambil keputusan investasi.

Kesimpulan: Prospek Saham RATU

IPO RATU menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi investor. Dengan kinerja solid dan prospek pertumbuhan melalui akuisisi, RATU layak dipertimbangkan sebagai growth stock. Namun, investor perlu waspada terhadap risiko yang terkait dengan valuasi premium dan strategi ekspansi anorganik perusahaan. Keberhasilan eksekusi strategi akan menjadi penentu utama kelayakan RATU untuk diperdagangkan pada valuasi premium.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.