Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

PT Timah Tbk (TINS) Genjot Proyek Rare Earth di Bangka

153
×

PT Timah Tbk (TINS) Genjot Proyek Rare Earth di Bangka

Sebarkan artikel ini
PT Timah Tbk (TINS) Genjot Proyek Rare Earth di Bangka
PT Timah Tbk pacu hilirisasi logam tanah jarang, targetkan penguasaan teknologi dan ekspansi ke sektor energi dan industri strategis nasional.

Timah Percepat Hilirisasi Logam Tanah Jarang di Bangka Barat

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Timah Tbk (TINS) mengumumkan langkah strategis mempercepat ekspansi ke sektor logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE) melalui pengembangan Pilot Plant LTJ di Tanjung Ular, Bangka Barat.

Fasilitas ini akan direvitalisasi untuk memproses mineral monasit yang merupakan produk ikutan dari penambangan timah.

Sponsor
Iklan

Revitalisasi tersebut menandai komitmen Timah mendukung program hilirisasi mineral nasional yang menjadi salah satu agenda utama Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Pilot Plant LTJ dirancang untuk mengolah mineral menjadi bahan industri berteknologi tinggi seperti magnet permanen, baterai hybrid, elektronik, hingga katalis industri.

Kolaborasi dengan MIND ID dan Mitra Global

Sebagai bagian dari BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, Timah mendapat dukungan penuh dalam percepatan industrialisasi LTJ.

Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan menegaskan, Indonesia memiliki keunggulan karena mampu mengelola dan memproses mineral strategis yang jarang dimiliki negara lain.

Ia menjelaskan bahwa unsur-unsur seperti Cerium, Neodymium, Lantanum, dan Praseodimium sangat krusial untuk industri masa depan.

Dengan penguasaan proses hilirisasi di dalam negeri, Indonesia diprediksi menjadi pemain penting dalam ekosistem industri teknologi global.

Cari Mitra Teknologi untuk Proses Rare Earth

Tahun 2024, fokus utama Timah adalah mempercepat pencarian mitra strategis, khususnya di bidang teknologi pengolahan monasit menjadi produk Mix Rare Earth Carbonate.

Direktur Pengembangan Usaha TINS, Dicky Octa Zahriadi menyampaikan bahwa kolaborasi sedang dijajaki dengan lembaga teknologi dari dalam maupun luar negeri.

Tujuannya adalah mendorong pengembangan teknologi pengolahan monasit yang efisien, aman, dan memiliki nilai tambah tinggi.

Langkah ini juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri berbasis mineral langka.

Dorong Energi Nuklir Lewat Kandungan Thorium

Menariknya, monasit juga mengandung thorium yang memiliki potensi besar sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Dicky menegaskan bahwa pemanfaatan thorium akan memberikan dampak besar dalam mendorong kemandirian energi nasional.

Dengan begitu, pengolahan LTJ tidak hanya mendukung industri strategis, tetapi juga menjadi solusi energi masa depan Indonesia.

Siapkan Pabrik Skala Komersial

Meskipun Pilot Plant telah dimulai sejak 2010, proyek ini menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan teknologi, mitra strategis, dan kebutuhan revitalisasi teknis.

Namun, Timah berkomitmen melanjutkan operasi pilot plant untuk validasi teknologi dan uji coba berskala terbatas.

Ke depannya, perusahaan berencana membangun pabrik pengolahan LTJ skala komersial dengan bahan baku utama berasal dari monasit.

Proyek ini menjadi batu loncatan penting dalam menciptakan ekosistem hilirisasi mineral nasional yang lebih luas.

Dengan pengembangan ini, Timah tidak hanya memperkuat posisi industri nasional, tapi juga membuka peluang strategis Indonesia di panggung global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru