Geser Kebawah
KeuanganMultifinance

Rasio BOPO Multifinance Membaik, CNAF Cetak Penurunan Signifikan

118
×

Rasio BOPO Multifinance Membaik, CNAF Cetak Penurunan Signifikan

Sebarkan artikel ini
Rasio BOPO Multifinance Membaik, CNAF Cetak Penurunan Signifikan
Sejumlah multifinance seperti CNAF, MUF, dan Mandala berhasil tekan rasio BOPO per Maret 2025 lewat efisiensi dan digitalisasi.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Sejumlah perusahaan multifinance berhasil mencatatkan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang lebih sehat per Maret 2025.

Meski sebagian perusahaan menghadapi tekanan biaya pasca Lebaran, strategi efisiensi dan digitalisasi tetap menjadi kunci menjaga kinerja.

Sponsor
Iklan

Mandala Finance jaga BOPO tetap ideal

PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) mencatatkan rasio BOPO sebesar 76,5% per Maret 2025. Meskipun mengalami sedikit kenaikan dibanding bulan sebelumnya akibat momentum Lebaran, angka tersebut dinilai masih dalam batas ideal.

Baca Juga: MUF Pacu Pertumbuhan, Targetkan Rp 40,3 Triliun di 2025

Christel Lasmana, Managing Director Mandala Finance, menegaskan bahwa efisiensi operasional tetap menjadi prioritas perusahaan dalam menjaga rentabilitas dan profitabilitas jangka panjang.

“Beban operasional kami masih terkelola dengan ideal. Fokus kami adalah pada efisiensi yang konsisten melalui adopsi teknologi dan manajemen risiko yang ketat,” jelasnya.

Mandala telah menjalankan berbagai strategi penting seperti digitalisasi proses bisnis, penguatan kontrol Non-Performing Financing (NPF), serta seleksi pembiayaan yang lebih ketat sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian perusahaan.

Baca Juga: Multifinance Agresif Biayai UMKM Meski Risiko Tinggi

MUF maksimalkan digitalisasi lewat MOAS dan mufapp

Mandiri Utama Finance (MUF) juga melaporkan bahwa rasio BOPO per Maret 2025 masih terkendali meskipun mengalami sedikit peningkatan secara tahunan. MUF menilai bahwa realisasi tersebut masih sesuai dengan proyeksi dalam Rencana Bisnis Tahunan (RBT) 2025.

Elisabeth Lidya Sirait, Head of Corporate Secretary & Legal MUF, mengungkapkan bahwa pihaknya mengandalkan optimalisasi digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi.

“Kami terus mengembangkan platform seperti MOAS dan mufapp, sekaligus mengotomatisasi berbagai proses internal. Ini membantu menekan biaya operasional, meski ekspansi dan kebutuhan inovasi tetap menjadi tantangan,” ujar Elisabeth.

Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance: Rasio NPF Berpotensi Naik Saat Lebaran

MUF menegaskan bahwa strategi efisiensi berbasis teknologi adalah fondasi utama untuk menjawab dinamika pasar serta perubahan ekspektasi konsumen.

CNAF catat penurunan BOPO paling signifikan

Prestasi lebih menonjol dicatatkan oleh CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) yang berhasil memangkas rasio BOPO dari 72,23% menjadi hanya 62,09% per Maret 2025. Penurunan drastis ini menjadi yang paling signifikan di antara para pelaku industri multifinance lainnya.

Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, menyebut capaian tersebut sebagai hasil nyata dari transformasi digital dan strategi pengelolaan biaya yang agresif.

Baca Juga: Mandala Finance: Permintaan Kredit Naik

“Kami mendorong pendekatan smart spending dan ekspansi digitalisasi internal secara konsisten. Selain itu, kami juga mengatur ulang struktur pendanaan untuk menurunkan cost of fund,” jelasnya.

Meski demikian, CNAF tetap mewaspadai tantangan eksternal seperti fluktuasi suku bunga serta ketidakpastian makroekonomi yang dapat berpengaruh pada struktur beban dan bunga.

Untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan, CNAF menargetkan rasio BOPO tetap berada di bawah 70% sepanjang tahun ini, sebagai bukti komitmen dalam mempertahankan keuangan perusahaan tetap sehat dan efisien.

Tren industri: BOPO multifinance masih tinggi secara nasional

Kinerja positif sejumlah perusahaan multifinance ini menjadi catatan menarik di tengah tren industri yang justru menunjukkan peningkatan rasio BOPO secara nasional.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio BOPO sektor multifinance naik dari 76,89% pada akhir 2023 menjadi 79,36% per Desember 2024.

Perbaikan kinerja BOPO oleh beberapa pemain besar seperti CNAF, MUF, dan Mandala menunjukkan bahwa efisiensi operasional bukan hanya sekadar tuntutan bisnis, tetapi juga keharusan untuk bertahan dan tumbuh di tengah persaingan serta tekanan ekonomi yang dinamis.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru