JAKARTA, BursaNusantara.com – Lonjakan signifikan stok beras di gudang Bulog menjadi sorotan utama Kementerian Pertanian per awal Mei 2025.
Dengan total cadangan yang mencapai 3,5 juta ton, angka ini menjadi rekor tertinggi dalam lebih dari setengah abad terakhir.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia menyampaikan bahwa untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 57 tahun, stok cadangan beras pemerintah (CBP) berhasil menembus angka 3,5 juta ton hanya dalam rentang Januari hingga awal Mei.
Baca Juga: Laba Gudang Garam (GGRM) Terjun Bebas 81,57% di 2024
Lonjakan Stok Tanpa Impor
Amran menjelaskan bahwa kenaikan stok yang drastis ini terjadi tanpa kontribusi impor beras medium sama sekali. Menurutnya, stok di awal tahun hanya berada di angka 1,7 juta ton dan berhasil melonjak 1,8 juta ton hanya dalam waktu empat bulan.
“Semua ini hasil dari serapan beras dalam negeri. Tidak ada impor beras medium sejak awal tahun,” tegas Amran.
Serapan beras yang dilakukan Bulog pun mencatat kinerja yang impresif. Dalam bulan April saja, total beras yang diserap mencapai 1,06 juta ton.
Jika ditotal dari Januari hingga awal Mei, jumlahnya sudah menyentuh 1,8 juta ton, seluruhnya berasal dari petani lokal.
Baca Juga: Harga Beras Tidak Seharusnya Naik, Mentan Tegaskan Stok Melimpah
Tingginya volume serapan ini bahkan membuat Bulog harus menyewa gudang tambahan dengan kapasitas 1,1 juta ton untuk menampung hasil panen petani.
Produksi Beras Nasional dan Proyeksi Global
Optimisme terhadap ketahanan pangan nasional turut diperkuat oleh proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) per Maret 2025, diperkirakan produksi beras nasional akan mencapai 18,76 juta ton hingga akhir Juni.
Tak hanya itu, laporan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan bahwa total produksi beras Indonesia sepanjang tahun ini akan berada di angka 34,6 juta ton.
Dengan jumlah tersebut, Indonesia kokoh sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN.
Baca Juga: Bulog Didorong Distribusikan MinyaKita, Prabowo Ingin Tekan Harga Tinggi
Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia berada pada jalur yang tepat dalam memperkuat posisi sebagai lumbung pangan strategis di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Strategi Pemerintah: Bangun Ribuan Gudang Tambahan
Mentan Amran menambahkan bahwa target selanjutnya adalah mencapai cadangan beras sebanyak 4 juta ton. Upaya ini memerlukan perluasan kapasitas penyimpanan.
Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pembangunan 25 ribu gudang improvisasi di berbagai daerah.
“Gudang-gudang ini berbahan material tahan lama dan bisa digunakan hingga 10 tahun ke depan. Sambil menunggu pembangunan gudang permanen di tiap desa,” jelas Amran.
Baca Juga: Kenaikan HPP Gabah 2025: Tantangan dan Peluang Menuju Swasembada
Kondisi saat ini bahkan memaksa Bulog mencari gudang darurat demi terus menampung hasil panen petani lokal. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk menjaga momentum ketahanan pangan nasional dengan langkah-langkah strategis dan adaptif.











