Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat di Akhir Pekan
JAKARTA, BursaNusantara.com – Kurs rupiah akhirnya ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (11/4), menyusul tren serupa yang terjadi di kawasan Asia.
Meski secara mingguan masih mencatat pelemahan, rupiah berhasil menguat 0,16% ke posisi Rp 16.796 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.823.
Namun jika dilihat sepanjang sepekan terakhir, rupiah tercatat melemah sebesar 0,85% terhadap dolar AS. Hal ini mencerminkan tekanan eksternal masih cukup kuat meskipun ada koreksi singkat dalam jangka pendek.
Baca Juga: Rupiah Perkasa, Dolar AS Tertekan Akibat Kebijakan Trump
Dolar Asia Bergerak Positif, Yuan China Terkecuali
Mayoritas mata uang Asia mencatat penguatan terhadap dolar AS hingga penutupan perdagangan sore. Yen Jepang memimpin penguatan sebesar 1,23%, disusul dolar Taiwan yang naik 1,18%, won Korea 1,08%, dan ringgit Malaysia sebesar 0,89%.
Mata uang regional lainnya juga turut menguat, seperti baht Thailand (0,79%), rupee India (0,73%), peso Filipina (0,59%), dan dolar Singapura (0,51%).
Sementara rupiah hanya menguat tipis 0,16%, berada di urutan ke sembilan dari mata uang yang menguat di Asia.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi China Kuartal IV-2024: Optimisme di Tengah Perlambatan
Di sisi lain, yuan China menjadi satu-satunya mata uang yang melemah terhadap dolar AS dengan koreksi 0,09%.
Sementara itu, indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama global tercatat berada di level 99,82, menunjukkan kecenderungan melemah yang turut memberikan ruang bagi penguatan mata uang regional.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












