JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencuri perhatian investor setelah merilis laporan keuangan 2024.
Dengan laba bersih mencapai Rp 21,46 triliun, naik 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya, saham BBNI mendapat rekomendasi “buy” dari berbagai analis.
Target harga yang dipatok menunjukkan potensi cuan hingga 36%, menjadikan BBNI sebagai saham yang menarik untuk dikoleksi.
Optimisme Berbasis Pertumbuhan CASA
James Stanley Widjaja, analis Buana Capital, menyoroti strategi BBNI dalam mengoptimalkan dana murah atau Current Account and Savings Account (CASA).
Upaya ini diwujudkan melalui aplikasi inovatif ‘Wondr by BNI’ yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan CASA secara signifikan.
“Pertumbuhan CASA adalah kunci untuk mencapai pertumbuhan kredit yang berkelanjutan sekaligus memperbaiki biaya dana (cost of fund),” ujar James.
Dalam risetnya, ia juga menambahkan bahwa perubahan aturan devisa hasil ekspor (DHE) dari 30% menjadi 100% akan menjadi katalis positif.
Dengan kontribusi DHE sekitar 13% dari total simpanan valas BBNI, perubahan ini berpotensi menurunkan biaya dana valas.
James mempertahankan rekomendasi “buy” dengan target harga Rp 5.800, mencerminkan potensi cuan 34,5% dari harga saat ini.
Asas Kehati-Hatian Meningkatkan Daya Tahan
Erni Marsella Siahaan, analis Ciptadana Sekuritas Asia, menilai BBNI memiliki manajemen risiko yang kuat. Hal ini terlihat dari peningkatan biaya provisi hingga 50% menjadi Rp 2,8 triliun pada kuartal IV-2024.
“Peningkatan provisi didorong oleh manajemen overlay senilai Rp 500 miliar, yang mencakup segmen UMKM serta penghapusan buku utang terkait eksposur di PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL),” jelas Erni. Ia menambahkan bahwa cakupan provisi untuk UMKM tahap 2 meningkat dari 20% menjadi 40%, sedangkan tahap 3 naik dari 60% menjadi 70%.
Dengan pendekatan kehati-hatian ini, Ciptadana tetap merekomendasikan “buy” dengan target harga Rp 6.300. Potensi keuntungan mencapai 36,66% dari harga saat ini, menjadikan BBNI pilihan yang layak dipertimbangkan.
Sentimen Positif dari Likuiditas dan Inovasi
Selain pertumbuhan CASA, dua faktor utama turut mendorong prospek saham BBNI, yakni:
- Ekspektasi Penurunan GWM oleh Bank Indonesia (BI): Kebijakan ini berpotensi memperkuat likuiditas perbankan.
- Inovasi Digital melalui Wondr: Kehadiran aplikasi ini tidak hanya memperluas basis nasabah, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional bank.
Putera Satria Sambijantoro dan Evelyn Vidya Paramita dari Bahana Sekuritas menambahkan, “CASA akan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan kinerja BBNI selama tiga tahun ke depan.”
Bahana Sekuritas kini menaikkan rekomendasi dari “hold” menjadi “buy” dengan target harga Rp 5.825, menawarkan potensi cuan sebesar 26,36%.
Kinerja Keuangan Solid di 2024
Laporan keuangan BBNI 2024 menunjukkan kinerja yang solid:
- Laba Bersih: Rp 21,46 triliun, naik 2,7% dari 2023.
- Penyaluran Kredit: Rp 775,87 triliun, tumbuh 11,6%.
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp 805,5 triliun.
Direktur Utama BBNI, Royke Tumilaar, optimis dengan masa depan perusahaan. “Dengan inovasi dan fokus pada kebutuhan nasabah, kami yakin dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Royke.
Kesimpulan: Peluang Investasi di Saham BBNI
Dengan kombinasi pertumbuhan CASA, manajemen risiko yang solid, serta kinerja keuangan yang stabil, saham BBNI menawarkan peluang investasi yang menjanjikan.
Target harga dari berbagai analis memberikan gambaran potensi keuntungan hingga 36%, menjadikannya salah satu saham bank besar yang layak untuk masuk dalam portofolio investasi Anda.
Jangan lewatkan peluang ini! Segera evaluasi portofolio Anda dan pertimbangkan untuk menambahkan saham BBNI sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







